Mengenal Tradisi Bajong Banyu Di Magelang, Air Sebagai Sumber Kehidupan

BNews–MAGELANG– Sebuah tradisi yang melibatkan air mempunyai makna yang beragam, salah satunya ialah makna air sebagai sumber kehidupan. Inilah yang dilakukan oleh warga Magelang yang rutin menggelar tradisi Bajong Banyu.

Tradisi tersebut sering digelar oleh warga Dusun Dawung, Desa Banjarnegoro, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Bajong Banyu sendiri punya makna mendalam bagi kehidupan mereka.

Bagaimana tidak, Bajong Banyu merupakan tradisi wujud penghormatan kepada air yang dianggap sebagai sumber kehidupan. Fungsinya tak lepas dari keberadaan Sendang Kedawung yang mencukupi kebutuhan sumber air warga desa.

Tak heran warga desa menjadikan sendang ini sebagai sendang suci dengan penghormatan dalam ritual sakral Bajong Banyu di Magelang.

Beberapa wanita diiringi pasukan bregada mengambil air sendang menggunakan kendi. Air sendang inilah yang akan dijadikan ritual puncak tradisi Banyu Bajong di tengah desa.

Lantunan gamelan berjenis bonang dan kenong terus menerus dibunyikan. Sebelumnya wanita akan melakukan tarian sebelum proses pengambilan air dilakukan. Dibersamai oleh tokoh adat dan puluhan warga desa, proses mengambil air suci berlangsung.

Sesampainya di tengah-tengah desa, seorang sesepuh desa akan menuangkan air sendang ke dalam gentong. Diiringi dengan lantunan doa agar air itu diberkahi penguasa alam dan mampu menyucikan hati warga dusun dan siapapun yang datang terlibat.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Sesepuh desa akan mengguyur air dari dalam gentong ke kepala anak-anak menggunakan batok. Percikan air inilah pertanda tradisi Bajong Banyu dimulai, Bajong Banyu memiliki arti Perang Air.

Saling lempar air tak terelakkan, rela berbasah kuyup larut dalam kegembiraan. Tak ada ketentuan perang air dalam tradisi Bajong Banyu. Tua maupun muda larut dalam kegembiraan saling lempar air. Pasalnya bermain air menjadi kegiatan favorit anak-anak, tak heran mereka penuh antusias mengikuti dan memeriahkan tradisi Bajong Banyu.

EVENT :Tradisi lempar air di moment Bajong banyu di Dawung Mertoyudan ini akan digelar kembali (Foto: Dokumentasi 2018)
EVENT :Tradisi lempar air di moment Bajong banyu di Dawung Mertoyudan ini akan digelar kembali (Foto: Dokumentasi 2018)

Uniknya, tradisi Bajong Banyu digelar setiap menjelang puasa ramadhan. Hal ini memiliki arti sebagai ajang mensucikan diri dalam menyambut bulan suci ramadhan. Bajong Banyu merupakan bentuk lain tradisi padusan yang sering dijadikan tradisi menjelang ramadhan.

Tak hanya itu, tujuan dari Bajong Banyu ini juga sejatinya adalah kebersamaan. Ketika masyarakat saling menyerang, saling membasahi antar masyarakat lainnya, mereka justru terlihat sangat gembira. Respon gembira itu adalah masyarakat tetap bisa hidup rukun antara satu dengan yang lainnya apabila pikiran positif dikedepankan.

BACA BERITA TERKAIT “BAJONG BANYU MERTOYUDAN”

Tradisi Bajong Banyu, juga dimeriahkan dengan atraksi kesenian berupa pementasan tarian yang dibawakan oleh 13 anak perempuan. Beragam tarian yang dibawakan antara lain Tari Topeng Ireng, Tari Soreng, Tari Kuda Lumping dan Buto Gedruk.

Sedangkan para penari laki-laki mementaskan tarian angkara dengan muka dan tubuh yang dicoret-coret. Tarian ini memiliki makna di mana niat manusia untuk membersihkan diri di bulan Ramadhan ini penuh godaan dan tantangan terutama yang datang dari sifat jahat, iri, dengki, dan rasa marah.

Keberadaan Sendang Kedawung dilestarikan dengan ritual Bajong Banyu. Ritual ini adalah untuk mengingatkan kita akan pentingnya sumber mata air, yang harus terus dijaga, karena sumber air itu yang memberikan penghidupan untuk masyarakat.

Uniknya, meskipun melewati kemarau yang panjang, Sendang Kedawung tak pernah mengalami kekeringan, dan tetap mampu menopang kebutuhan air warganya. Acara tahunan ini tetap dilestarikan hingga menyedot perhatian para wisatawan. (*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: