Menuju Kesejahteraan Masyarakat: Pemerintah Jawa Tengah Perkuat Program Pasar Murah
- calendar_month Sel, 14 Nov 2023

PJ Gubernur Jawa Tengah saat pimpin rapat pengendalian inflasi daerah dengan program pasar murah
BNews-JATENG– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berencana untuk meningkatkan program operasi pasar dan gerakan pasar murah di wilayahnya guna menekan tingkat inflasi yang mencapai 2,81% pada bulan Oktober 2023.
Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, telah memerintahkan kepada satuan tugas pangan dan tim pengendalian inflasi daerah (TPID) di tingkat provinsi dan kabupaten/kota untuk meningkatkan kedua program tersebut, terutama di daerah-daerah yang masih mengalami tingkat inflasi dan indeks perkembangan harga (IPH) yang tinggi.
“Kami akan terus mengambil langkah-langkah untuk menurunkan tingkat inflasi ini. Meskipun posisi kita masih aman dan berada di tengah-tengah dibandingkan dengan provinsi lain,” kata Nana setelah mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi bersama Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, secara daring di Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Senin, 13 November 2023.
Beberapa upaya yang akan dilakukan antara lain adalah meningkatkan operasi pasar dan gerakan pasar murah. Terkait hal ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Badan Urusan Logistik (Bulog) dan Kementerian terkait.
“Kami terus melakukan koordinasi dengan Bulog, serta instansi lainnya seperti Kementerian terkait dan Satgas Pangan. Kegiatan operasi pasar dalam bentuk gerakan pasar murah akan terus ditingkatkan,” ujarnya.
Selain itu, Nana juga memberikan instruksi kepada Satgas Pangan daerah dan kepolisian untuk lebih intensif dalam memantau harga pasar, terutama harga kebutuhan pokok atau volatile food yang dapat berkontribusi terhadap inflasi.
Dengan adanya pemantauan tersebut, pemerintah juga dapat segera mengidentifikasi penyebab kenaikan harga, baik itu terkait distribusi atau kekurangan pasokan pangan. “Kami juga akan mencari solusi untuk menstabilkan kembali harga-harga pangan ini di masyarakat,” tambah Nana.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Dengan langkah tersebut, menurutnya pemerintah dapat segera mengambil tindakan cepat jika terjadi gejolak harga.
Diketahui bahwa setidaknya ada lima komoditas yang mengalami gejolak harga, yaitu beras medium, beras premium, cabai rawit, cabai merah, dan gula. Kelima komoditas tersebut menjadi fokus dalam operasi pasar yang akan dilakukan mulai tengah pekan ini.
Selain itu, juga akan dilakukan pemantauan dan evaluasi terhadap beberapa daerah yang memiliki IPH tinggi. Saat ini, ada empat daerah dengan IPH tinggi yang menjadi perhatian khusus Pj Gubernur Jawa Tengah, yakni Cilacap, Kebumen, Blora, dan Kita Tegal.
“Empat daerah ini akan kami evaluasi dan akan dilakukan langkah-langkah intervensi untuk mengembalikan harga-harga tersebut menjadi normal atau stabil kembali,” kata Nana.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyatakan bahwa setiap kepala daerah harus serius dalam mengendalikan harga bahan pokok. Pemantauan terhadap harga harus dilakukan secara rutin dan konsisten.
“Satgas pengendalian inflasi harus memeriksa pasar setiap hari. Karena setiap daerah memiliki kekhasan yang berbeda, begitu pula dengan komoditas yang mengalami gejolak. Perlu untuk memeriksa penyebabnya. Jika pasokan kurang, bagaimana cara mendapatkan suplai, jika distribusi terhambat, maka logistik akan terganggu,” jelasnya. (*/ihr)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar