Merapi Siaga, TNGM Pastikan Tidak Ada Penambagan Di Wilayahnya

BNews–JOGJA– Status merapi siaga, Balai TNGM (Taman Nasional Gunung Merapi) memastikan penambangan pasir di hulu sungai sudah tidak ada. Khususnya yang masuk dalam wilayah TNGM.

Hal ini sesuai rekomendasi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta. Dimana supaya tidak ada aktivitas di jarak lima kilometer dari puncak gunung.

Kepala Balai TNGM, Pujiati mengatakan aktivitas penambangan pasir di sungai berhulu Merapi yang berada di wilayahnya sudah tidak ada sejak Kamis (5/11/2020) lalu.

“Sejak status Merapi meningkat dari Waspada menjadi Siaga, penambangan di sungai yang berhulu Merapi sudah tidak ada,” kata Pujiati, (18/11/2020). dikutp ID TImes.

Pujiati mengatakan, tidak adanya aktivitas penambangan ini di beberapa daerah. Ia menyebut belum lama ini juga telah melakukan pengecekan di daerah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

“Dari Jurang Jero, Srumbung, Magelang, saya hampir tidak bertemu truk pasir,” ucapnya.

Pujiati mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemangku kebijakan terkait lainnya dalam pengawasan di kawasan hutan TNGM. Menurutnya, petugasnya siap memberikan informasi yang dibutuhkan maupun membantu di barak-barak pengungsian.

Loading...

“Kami ada dua kantor seksi pengelolaan Taman Nasional, yakni wilayah Sleman-Magelang dan Boyolali-Klaten. Kami juga ada tujuh kantor resort di empat kabupaten. Petugas kami siap untuk memberikan informasi yang dibutuhkan,” katanya.

Pujiati menambahkan, dari pantauan petugas di lapangan sampai saat ini juga belum ada perubahan perilaku satwa di kawasan hutan TNGM.

“Khusus di kawasan TNGM, secara fisik macan tutul atau macan kumbang belum pernah dijumpai. Tapi laporan terkait jejak, feses masih ada. Sedangkan harimau Jawa sudah tidak dijumpai sejak 1980an,” katanya.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengimbau supaya penambang pasir berhulu Gunung Merapi menghentikan kegiatannya saat ini. Sebab ketika terjadi sesuatu dari aktivitas vulkanik, akan sulit menghindari bahayanya. “Penambangan di KRB III risikonya sangat tinggi. Ketika terjadi sesuatu, sulit untuk menghindar,” ucapnya. (*)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: