PPMT Di Desa Menayu, Mahasiswa UNIMMA Sosialisasi Dampak Buruk Merokok

BNews–MAGELANG-– UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG (UNIMMA) menerjunkan tim PPMT kembali. Kali ini berada di Dusun Menayu, Desa Menayu Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang.

Perlu diketahui sebelumnya, Program Pengabdian  Masyarakat Terpadu (PPMT) adalah program  penyetaraan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Dimana kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa UNIMMA.

Kelompok PPMT di Dusun Menayu mempunyai program Kesehatan Masyarakat Pelatihan Mengurangi Perilaku Merokok Dan Penyuluhan Hidup Sehat Di Era New Normal.

Kelompok PPMT tersebut terdiri dari Dosen Muhamad Japar, selaku ketua kelompok. Dan mahasiswanya ada Anugrah Ragil Saputra, Febri Eka Aji Permana, Salis Atiqoh dan Muhammad Fajar Sodiq.

“Kegiatan  PPMT tersebut bertujuan agar pemuda dan warga Dusun Menayu mengerti akan dampak merokok; serta untuk dapat mengurangi perilaku merokok dan dapat melaksanakan hidup sehat di Era New Normal,” kata Muhamad Japar.

Ia menyampaikan, kegiatan yang dilakukan selama PPMT tersebut antara lai sosialisasi dan pelatihan mengurangi perilaku merokok. “Kita gelar sosialisasi dengan mendatangkan narasumber Anton Marianto. Dia merupakan salah satu petugas kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Muntilan,” imbuhnya.

Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan di Gedung Aula Kantor Kelurahan Desa Menayu. Hadir dalam kegiatan Kepala Desa, Ketua PPMT, Pemuda dan perwakilan warga Dusun Menayu.

Loading...
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Penyuluhan hidup sehat di Era New Normal dilakukan dengan memberikan penyuluhan  mengenai budaya cuci tangan, budaya memakai masker; pelatihan pembuatan Faceshield dan membuat hand sanitizer.

“Untuk pembuatannya sendiri menggunakan bahan alami yakni ekstrak daun sirih,” ujarnya.

Kegiatan ini disambut dengan baik oleh Camat Muntilan, Kepala Desa Menayu, Kepala Dusun Menayu, Pemuda Dusun Menayu dan seluruh warga Dusun Menayu.

“PPMT kali ini difokuskan untuk pencegahan di kalangan remaja dan pengendalian perilaku merokok masyarakat. Kegiatan juga dimaksudkan untuk mendukung upaya mewujudkan desa Menayu sebagai desa layak anak,” paparnya.

Menurutnya, Salah satu indicator desa layak anak adalah anak-anak tumbuh sehat dan terbebas dari kontaminasi asap rokok. “Hal ini karena anak sebagai perokok pasif sangat terdampak kesehatannya. Sehingga anak-anakharusdihindarkan dari asap rokok,” tegasnya.

Ia berharap dengan PPMT oleh kelompok tersebut mamu mebawa perubahan. “Ya tentunya perubahan dalam budaya masyarakat tentang kesehatan,” pungkasnya. (adv)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: