Meriahnya Lomba Drumblek di Festival Kampung Gunung Telomoyo

BNews—NGABLAK— Lomba Drumblek dalam rangakain Festival Kampung Gunung “Telomoyo Nganengi” berlangsung meriah, kemarin (30/11). Puluhan grup dari berbagai kota seperti Semarang dan Salatiga turut memeriahkan kegiatan ini.

Sebanyak 10 grup drumblek dari berbagai daerah kabupaten Semarang, Salatiga, dan Banyubiru mengikuti lomba drumblek tersebut.

Advertisements


Festival Kampung Gunung sendiri berlangsung di Parkirab Wisata Telomoyo di Dusun Dalangan, Desa Pandean, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang.
Lomba drumblek ini memang menjadi salah satu ciri khas khusus event tahunan ini.


Plt Kabid Pemasaran dan Kelembagaan Disparpora Kabupaten Magelang, Zumrotun Rini mengatakab lomba drumblek ini memang khas disini. “Di Kabupaten Magelang perlombaan drumblek memang masih jarang, dan kami sajikan di event ini,” katanya.

Walaupun di guyur hujan. para peserta menunjukan penampilan terbaiknya dihadapan dewan juri untuk memperebutkan juara dengan total hadiah jutaan rupiah.

Dalam lomba, para peserta bermain dengan kreatif dengan menambahkan nuansa baru alam bermain music.
Lomba drumblek juga mendapatkan antusiasme dari masyarakat sekitar yang memadati area lomba untuk menyaksikan penampilan menarik dari masing-masing grup drumblek.

Sementara Disparpora menunjuk tiga juri untuk lomba ini. “Kami datangkan juri dari perwakilan Pesona Magelang, GenPI Magelang dan PWI Kabupaten Magelang,” imbuhnya.

Untuk pemenangnya sendiri nanti berhak mendapat piagam, trophy dan uang pembinaan. “Untuk juara satu Rp 3,5 juta, juara dua Rp. 2,5 juta dan juara tiga Rp. 1,5 juta,” tandasnya.

Sementara salah satu penonton, Miftah mengatakan acara ini sangat seru. “ Penampilan masing-masing grup drumblek kreatif dengan busana-busananya yang unik. Acaranya meriah, pesertanya semangat walaupun hujan,” tambahnya.

Jono selaku ketua salah satu grup drumblek mengatakan dengan adanya lomba drumblek di Festival Gunung Telomoyo ini dapat memotivasi generasi muda saat ini untuk dapat meningkatkan kesenian drumblek. “Kita ketahui bahwa biasanya kesenian indentik dengan kesenian rakyat yang berbentuk tarian. Sedangkan untuk drumblek sendiri dimana alat-alat drumblek mayoritasnya terbuat dari barang-barang bekas,” paparnya.

“Saya harap semoga setiap tahun diadakan agar kesenian drumblek lestari dan  tidak mati suri,” pungkasnya.

Selain lomba drumblek, diadakan berbagai lomba dan acara lainnya. Seperti lomba foto, lomba senam, ritual makam mbah Dalang, pementasan kesenian daerah, dan dimeriahkan oleh penampilan dari Om Wawes dan Pendhoza.

Hasil lomba drumblek diumumkan pada hari Minggu (1/12) di puncak akhir acara. Dan tiga besar nominasi pemenang akan tampil. (Fitri Hidayatun-edt bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: