Misteri Raja Kera Menoreh Bernama Mbah Jenggot

BNews—BOROBUDUR— (bagian-2) Mitos kera-kera yang ada di Perbukitan Menoreh bukan kera biasa bisa juga dipercaya. Suku badui yang pernah memburu dan menangkapi kera-kera di Lereng Menoreh pun angkat tangan.

Sebanyak 9 orang suku badui pada 2009 lalu khusus didatagkan ke Borobudur untuk membasmi hama kera di Perbukitan Menoreh. “Sebulan di Menoreh sudah ratusan ekor kera ditangkap,” kata Dali, sespuh Desa Ngargogondo Kecamatan Borobudur.

Sampai akhirnya, ada kejadian mistis aneh yang menggegerkan warga. Kejadian aneh muncul ketika sang kepala suku Badui berhasil menangkap seekor kera yang diyakini sebagai dedengkot atau kepala suku dari kawanan kera yang ada di Bukit Menoreh itu.

Saat berhasil dijaring, kera yang memiliki jenggot panjang itu wajahnya tiba-tiba berubah menjadi wajah manusia. “Wajahnya berubah jadi manusia yang menangis. Yang mengherankan wajah manusianya adalah wajah ayah dari sang pawang kepala suku Badui itu. Merasa teringat ayahnya yang di rumah, sang kepala suku langsung ikut menangis dan melepaskan kera yang dianggap para warga sebagai Mbah Jenggot itu,” jelasnya.


Usai kejadian itu, warga merasa was-was dan di selimuti rasa ketakutan yang berkepanjangan. Hingga akhirnya kesembilan orang, termasuk kepala suku Badui memutuskan diri untuk pulang ke tempat asalnya. Warga, pihak pengelola hotel, homestay dan losmenpun karena takut akhirnya melepas kera-kera yang sempat mereka pelihara dan mengembalikan kera ke Kawasan Bukit Menoreh, Kabupaten Magelang. (habis/tim)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: