Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Misteri Terbentuknya Gunung Merbabu, Akibat Ulang Sang Raksasa Bakuh

Misteri Terbentuknya Gunung Merbabu, Akibat Ulang Sang Raksasa Bakuh

  • calendar_month Sel, 2 Jan 2024

BNews-MAGELANG- Pada ketinggian 3.145 meter di atas permukaan laut, Gunung Merbabu menjulang dengan megahnya. Gunung ini selalu menjadi tujuan pendakian yang populer bagi para wisatawan yang menyukai petualangan alam.

Terletak di tiga kabupaten, yaitu Magelang, Semarang, dan Boyolali, Gunung Merbabu menawarkan keindahan yang tak tertandingi yang patut untuk dieksplorasi.

Ternyata, di balik keindahannya, gunung ini menyimpan sebuah legenda turun temurun mengenai terciptanya Gunung Merbabu.

Diceritakan bahwa dahulu kala, hiduplah seorang raksasa bernama Bakuh. Raksasa ini suka membuat kerusuhan dan kerusakan terhadap lingkungan, sering mengganggu penduduk setempat.

Akhirnya, seorang bidadari yang dikirim dari kahyangan bernama Retna Lestari berhasil menaklukkan raksasa tersebut.

Mari kita simak kisahnya secara lengkap.

Raksasa Bakuh, Pemakan Hewan dan Penduduk Desa

Raksasa Bakuh tinggal di hutan dan sering memakan semua jenis hewan yang ada di sana, menyebabkan kelangkaan hewan karena kegilaannya.

Akibat tidak adanya makanan di hutan, Bakuh pun berkelana mencari makan di pemukiman penduduk.

Ia dengan rakus memakan segala yang ada di sana, termasuk ternak dan warga setempat. Raksasa ini juga gemar memakan manusia.

Kabar mengenai tindakannya ini sampai ke kahyangan, dan penghuni kahyangan pun terkejut dengan kehebohan di bumi.

Maka dari itu, seorang bidadari bernama Retna Lestari dikirim untuk menghentikan perbuatan Bakuh yang merugikan manusia.

Raksasa Jatuh Cinta dan Bidadari Licik

Setelah tiba di bumi, Retna Lestari beristirahat di sekitar kerumunan bunga. Saat itu, raksasa Bakuh sedang lewat dan terpesona oleh kecantikan dan keanggunan seorang gadis yang ditemuinya.

Bakuh ingin menjadikan Retna Lestari sebagai istrinya. Namun, ini merupakan bagian dari rencana Retna Lestari untuk menghancurkan raksasa tersebut.

Ia membuat Bakuh jatuh cinta agar raksasa itu mau memenuhi setiap permintaannya. Pada saat itulah, Retna Lestari berencana untuk menghancurkan raksasa tersebut.

Ketika pertama kali bertemu, Bakuh mendekati dan berkenalan dengan Retna Lestari. Setelah berkenalan, raksasa itu mengungkapkan perasaan cintanya kepada Retna.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Awalnya, Retna menolak karena sifat kejam Bakuh yang telah menghabiskan semua hewan di hutan dan merusak lingkungan serta penduduk di sekitar hutan.

Maka dari itu, Bakuh ingin membuktikan cintanya kepada Retna dengan memenuhi syarat yang diajukan oleh Retna.

Bakuh berjanji akan memenuhi semua permintaan Retna sebagai bukti bahwa cintanya adalah yang tulus.

Maka, Retna memberikan satu syarat bahwa dia ingin mengambil awan berwarna kemerahan yang ada di langit. Bakuh menganggap permintaan itu mudah.

Namun, Retna menambahkan syarat bahwa ia ingin mengambil awan dengan tangannya sendiri, bukan dengan tangan Bakuh.

Bakuh pun menelungkupkan badannya supaya Retna bisa mencapai awan di langit. Namun, karena tinggi raksasa Bakuh tidak mencukupi, Retna menumpuk batu besar di atas punggungnya.

Ternyata, batu-batu besar tersebut tidak cukup tinggi agar Retna bisa mengambil awan. Sebenarnya, ini adalah tipuan dari Retna. Raksasa Bakuh juga menyadari hal ini.

Raksasa tersebut merasakan beban yang teramat berat akibat batu-batu besar yang ada di punggungnya.

Dan akhirnya, batu-batu tersebut berubah menjadi gunung. Sebagian batu yang menimpa kaki raksasa tersebut menjadi Gunung Merbabu.

Sedangkan batu yang menimpa kepala raksasa menjadi Gunung Merapi. Konon katanya, jika terdengar suara gemuruh dari gunung, itu adalah pertanda bahwa sang raksasa sedang marah.

Apabila tanah bergetar, itu adalah pertanda bahwa sang raksasa sedang berusaha melepaskan diri.

Legenda Pelajaran dari Gunung Merbabu

Cerita rakyat adalah dongeng-dongeng kuno yang harus kita lestarikan dan ceritakan kepada generasi mendatang.

Kita boleh mempercayai atau mengabaikan cerita semacam ini. Namun, cerita rakyat selalu memiliki nilai-nilai pembelajaran yang harus kita petik.

Seperti dalam legenda asal-usul Gunung Merbabu ini, terdapat pelajaran berharga. Satu nilai yang bisa kita petik adalah tidak boleh menggunakan segala sesuatu secara berlebihan, termasuk makan secara berlebihan. Kita juga harus selalu menjaga kelestarian alam dan menghindari sifat rakus. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 5

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less