Modal Awal Rp 50 Ribu Kini Omset Capai Rp 5 Juta Sehari, Kisah Sukses Pengusaha Ubi Magelang

BNews-MAGELANG- Siapa sangka hanya dengan modal awal Rp50 ribu saja, kini Pemuda asal Kabupaten Magelang ini bisa mencetak keuntungan Rp5 juta sehari dari berjualan ubi.

Dilansir dari saluran Youtube Lempar Dadu, Brayan adalah seorang pemuda asal Kabupaten Magelang dan merupakan pemilik dari Brayan Grubi.

Grubi adalah salah satu camilan khas Magelang yang terbuat dari beragam jenis ubi. Ada ubi madu, ubi ungu, dan sebagainya.

Ubi-ubi tersebut kemudian diolah menjadi camilan bola kecil yang manis. Yang menarik adalah camilan ini tidak hanya terkenal di Magelang, tapi juga memiliki peminat hingga di luar kota.

“Sebenarnya usaha ini hanya saya lanjutkan dari usaha ibu saya saja, karena sejak kecil ibu saya sudah menjual ini. Saya hanya mengembangkannya saja,” ungkap Brayan kepada pemilik saluran Youtube Lempar Dadu.

Brayan mengungkapkan bahwa pada awalnya ia hanya mengeluarkan modal sebesar Rp50 ribu. Bahkan penjualan pun tidak lebih dari 50 kemasan.

“Jadi saya berpikir, setelah lulus sekolah, daripada bekerja di bawah orang lain, lebih baik saya mengembangkan usaha ibu,” ujarnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Berkat keuletan dan ketekunan Brayan dalam memasarkan produk Grubinya, kini ia mampu memproduksi hingga 300 kg ubi dalam sehari, bahkan bisa lebih.

“Alhamdulillah, sekarang penghasilan saya bisa mencapai Rp5 juta sehari. Dahulu hanya terjual 50 buah, sekarang saya senang karena bisa menjual hingga 3000 buah,” lanjutnya.

Awalnya, Brayan mengatakan bahwa ibunya langsung menjual camilan tersebut ke pasar tradisional di Magelang. Namun sekarang, pasarnya telah meluas hingga ke luar pulau.

Hal tersebut dapat terwujud berkat upaya pemasaran yang dilakukan oleh Brayan. Selain berjualan secara offline, Brayan juga memanfaatkan kemajuan digital dengan memasarkan Grubi secara online.

Meskipun begitu, Brayan mengakui bahwa menjalankan bisnis ini tidaklah semudah membalik telapak tangan.

Meskipun pesanan banyak, pasti akan ada kendala atau masalah yang timbul. Namun, hal ini tentu bukanlah akhir dari bisnis yang dijalankan.

“Ya, dalam bisnis pasti akan ada kendala, terutama saat musim hujan seperti ini. Banyak ubi yang tidak bagus, jadi harus memilih dengan teliti,” katanya.

Menurut Brayan, meskipun masalahnya terlihat sederhana, hal ini dapat berpengaruh besar terhadap rasanya Grubi yang dihasilkan. Ubi yang berkualitas rendah dapat membuat rasanya menjadi pahit.

“Jadi, kita harus benar-benar teliti dalam memilih ubi yang baik,” ungkapnya.

Brayan juga membagikan pengalaman bahwa pada awalnya, banyak orang meremehkan produk yang dijualnya. Mereka berpendapat bahwa produk Brayan tidak memiliki nilai jual dan tidak akan berhasil.

“Tapi kenyataannya sekarang, orang-orang yang meremehkan malah ikut menjual Grubi juga,” katanya.

Kesabaran yang ditanamkan oleh Brayan dan ibunya kini telah menghasilkan kesuksesan. Tidak hanya berjualan Grubi, Brayan juga menawarkan produk lain seperti Criping Pedas Manis dan Criping Wijen.

Berdasarkan cerita singkat Brayan ini, kita dapat belajar banyak hal dalam membangun bisnis. Tidak perlu produk yang mewah, tetapi dengan konsisten mengembangkan satu produk kecil pun dapat menghasilkan.

Kesabaran dan keuletan Brayan bersama ibunya membuktikan bahwa dengan sebesar apapun masalah yang muncul, kita tak perlu khawatir.

Sebaliknya, kita harus mencari solusi dengan kepala dingin dan tidak perlu terpengaruh oleh perkataan orang lain. Fokuslah pada bisnis kita sendiri, dan dengan waktu, kesuksesan akan datang kepada kita. (*)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: