Bersenjata Lengkap Polisi Sisir Spanduk Provokatif

BNews–MAGELANG– Sejumlah spanduk yang dinilai provokatif oleh Polisi di kawasan Muntilan dan sekitarnya mulai dicopoti. Berpakaian lengkap dan bersenjata petugas keamanan dibantu TNI menyisir seluruh spanduk bernada anti asing dan aseng itu.
            Himbauan menyisir dan mencopot spanduk ini datang langsung dari Kapolres Magelang yang baru AKBP Hendarsono.
            Informasi diperoleh menyebutkan, pencopotan yang dilakukan petugas gabungan dari Polres Magelang, Kodim 0705/Magelang, Satpol PP, Kesbangpol dan Forkompinca.Dalam pencopotan yang melibatkan puluhan petugas tersebut, petugas sempat membawa senjara laras panjang. Adapun pencopotan dilakukan mulai pukul 11.00-11.37. Spanduk tersebut diduga dilakukan pemasangan pada Rabu (14/12), sekitar pukul 21.00-23.30 WIB.
            Adapun spanduk yang dicopot tersebut di depan Kantor Pos Muntilan bertulisan Gerakan belanja di toko Pribumi, lawan penjajahan Asing dan Aseng. Kemudian, samping garasi Putra Remaja Jalan FX Sunhaji Muntilan bertuliskan Pribumi berdaulat, Putra Daerah Berkarya, di kawasan Simpang Tiga Jambu Jalan Pemuda Muntilan bertuliskan Gerakan belanja di toko Pribumi, lawan penjajahan Asing dan Aseng.
            Berikutnya, di Depan Indomaret Jalan Pemuda Muntilan yang bertuliskan Gerakan belanja di toko Pribumi, lawan penjajahan Asing dan Aseng, terus di depan Kelentheng Hok An Kiong Muntilan bertuliskan Gerakan belanja di toko Pribumi, lawan penjajahan Asing dan Aseng. Selanjutnya, di Simpang Tiga Pasar Muntilan bertuliskan Pribumi berdaulat, Putra Daerah Berkarya, di depan Pasar Muntilan bertuliskan Pribumi Berdaulat, Putra Daerah Berkarya, di depan Alfamart Jalan Pemuda Muntilan dengan tulisan Gerakan Belanja Di Toko Pribumi, Lawan Penjajahan Asing dan Aseng dan terakhir di Pagar Pasar sementara Pucungrejo yang bertuliskan Gerakan Belanja di Toko Pribumi, Lawan Penjajahan Asing dan Aseng.

            “Kami akan bertindak tegas, seperti tadi spanduk-spanduk berkaitan yang memecah belah persatuan. Kami perintahkan koordinasi dengan Kesbangpol, Satpol PP dan Pasi Intel. Kalau memang Satpol PP tidak berani, ya kita yang melepas. Kayak gitu-gitu, kalau di sini sudah damai, tenteram malah mancing-mancing situasi tidak aman, ini yang saya tidak suka,” tegas Hendarsono. (bn1)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: