Muhammadiyah Magelang Ikrarkan Perang Lawan Hoax

BNews– MUNGKID – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Magelang turut mengambil bagian melawan berita bohong yang marak beredar di media sosial (Medsos). Warga Muhammadiyah digerakkan untuk membentuk atmosfir positif dalam memerangi konten-konten negatif.
 

Ketua PDM Kabupaten Magelang, Jumari mengakui bahwa lalulintas komunikasi di media sosial sangat kacau. Ia mengamati, berbicara di media sosial sudah begitu bebas. “Dulu saat kita kecil, butuh dua tahun untuk latihan bicara. Tapi sekarang, diam lebih sulit dari pada bicara,” sentilnya.
 

Secara khusus, dirinya meminta Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) untuk bekerja mengelola dan menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat. Apalagi, majelis ini baru saja ia kukuhkan pada acara Musyawarah Pimpinan Daerah ke-2 Periode Muktamar ke-47 bertajuk Konsolidasi dan Koordinasi Untuk Dakwah Menyeluruh di SMK Muhammadiyah Mungkid, Minggu, (28/2), kemarin. Selain MPI, tiga majelis lain yang mengalami penyegaran adalah, Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR), serta Wakaf dan Kehartabendaan. Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Daelami hadir menyaksikan pengukuhan empat majelis itu.

“Saya harap, MPI bisa menjaga marwah dipersyarikatan ini,” kata Jumari.

 

Namun demikian, hal itu harus dibarengi sikap kritis warga Muhammadiyah terhadap isu-isu panas. Terlebih hati-hati dalam membagikan pesan berantai di media sosial, sebelum mengetahui kebenaran sumbernya.
 

Ketua MPI, PDM Kabupaten Magelang, Affan Rifai menyatakan siap mengemban amanat tersebut. Ia memandang perlunya meningkatkan pemahaman bagi kader Muhammadiyah dalam mendapatkan informasi yang baik dan benar di era digital seperti ini.

“Tentu saja informasi itu dari sumber yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. MPI juga sangat penting menyampaikan informasi yang berkualitas, bermanfaat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Affan.
Dalam acara ini, hadir Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Magelang, Mad Sabitul Wafa. Secara khusus, ia mengajak badan ortonom Muhammadiyah ikut menyelamatkan aset-aset tanah wakaf di Magelang Bersama Badan Wakaf Indonesia (BWI).

“Masih ada beberapa tanah wakaf di Magelang yang saat ini belum sempurna dimiliki dengan tanda bukti sertifikat. Ada  beberapa yang lisan dan surat wasiat. Itu semua yang akan segera kita urus, agar nanti keberadaan tanah wakaf itu tidak makin sedikit, tapi sesuai dengan apa yang diberikan oleh pendahulu-pendahulu (pemberi wakaf, Red),” bebernya.(bn1)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: