Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Musancab PDIP Kabupaten Magelang Jadi Ajang Penyegaran Struktur Partai Tingkat Kecamatan

Musancab PDIP Kabupaten Magelang Jadi Ajang Penyegaran Struktur Partai Tingkat Kecamatan

  • calendar_month Ming, 24 Mei 2026

BNews-MAGELANG – Ditegaskan pentingnya menjaga kekompakan internal partai dalam proses pembentukan kepengurusan Pengurus Anak Cabang (PAC) di tingkat kecamatan.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magelang, Grengseng Pamuji, saat kegiatan; Musyawarah Anak Cabang (Musancab) yang digelar di GOR Pakubumi, Mungkid, Minggu (24/5/2026).

Grengseng mengatakan, Musancab merupakan agenda rutin lima tahunan yang menjadi mekanisme organisasi untuk melakukan penyegaran struktur partai di tingkat kecamatan.

“Ini agenda lima tahunan. Sebuah mekanisme organisasi yang dilakukan untuk penyegaran struktural partai di tingkatan kecamatan,” katanya yang juga menjabat Bupati Magelang.

Menurutnya, hasil dari Musancab tersebut nantinya akan membentuk kepengurusan PAC baru di seluruh kecamatan di Kabupaten Magelang.

“Nanti outputnya pengurus PAC baru,” ujarnya.

Ia menegaskan, kekuatan utama PDI Perjuangan bukan terletak pada figur personal, melainkan pada kekuatan struktural dan soliditas kader di seluruh tingkatan partai.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

“Kita sudah membuktikan bahwa kekuatan personal itu belum tentu bisa mengangkat suara di setiap pemilu. Tapi kekuatan partai yang bergerak bersama justru mampu menaikkan perolehan kursi dari 10, kemudian 13, hingga menjadi 15 kursi,” kata Grengseng.

Menurutnya, keberhasilan partai dalam beberapa periode terakhir tidak lepas dari kemampuan seluruh kader dalam merangkul berbagai potensi politik maupun sosial di Kabupaten Magelang.

“Kita selalu bersama-sama merangkul semua potensi yang ada di Kabupaten Magelang. Tidak untuk membuang siapapun, tetapi justru mengajak semua bergabung demi kebesaran partai dan Kabupaten Magelang,” ujarnya.

Grengseng juga menegaskan bahwa keberhasilannya menjadi Bupati Magelang bukan semata karena kekuatan pribadi, tetapi hasil kerja kolektif seluruh kader dan struktur partai.

“Saya menyadari betul, saya di sini diangkat karena ketumpakan struktural PDI Perjuangan. Itu bukan kerja keras saya pribadi, tetapi buah keringat, buah pikir, bahkan biaya dari teman-teman semua,” tegasnya.

Ia mengingatkan seluruh kader agar tidak terjebak persaingan internal menjelang Pemilu 2029. Menurutnya, kader potensial di internal partai bukan lawan politik, melainkan rekan perjuangan yang harus dirangkul bersama.

“Calon potensial di struktur partai itu bukan musuh. Musuh kita ada di luar sana. Maka jangan ada yang merasa paling hebat atau paling kuat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Grengseng menjelaskan mekanisme pembentukan kepengurusan PAC dilakukan melalui musyawarah bersama yang melibatkan pengurus ranting, wakil ranting, senior partai, hingga tokoh masyarakat yang selama ini memiliki kedekatan dengan PDI Perjuangan.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

“Keputusan partai itu ranting. Ranting nanti membentuk yang namanya wakil ranting yang terdiri dari suara terbanyak di tiap ranting dan beberapa perwakilan yang dimusyawarahkan untuk bersama-sama dengan kader-kader yang sudah direkomendasi untuk bermusyawarah membentuk kepengurusan baru,” jelasnya.

Menurutnya, proses Musancab saat ini masih berada dalam ruang organisatoris, bukan ruang politis menjelang pemilu.

“Nah, maka kita menghimbau bahwa ruang-ruang politis itu belum. Ini ruang organisatoris. Ini baru kita membangun organisasi. Ruang politisnya nanti menjelang pemilu itu masuk ke ruang politis,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa seluruh komponen partai harus disatukan dalam proses pembentukan kepengurusan baru sehingga tidak ada kader yang tersisihkan akibat perbedaan pandangan dalam musyawarah.

“Maka ruang organisatoris itu harus menyatukan semua komponen yang ada di wilayahnya masing-masing,” katanya.

Grengseng juga mengingatkan agar musyawarah dilakukan dengan prinsip mufakat dan tidak menjadi ajang saling menjatuhkan antar kader.

“Jangan sampai nanti musyawarah itu membuang kader yang tidak sepakat dalam musyawarah. Musyawarahnya harus bersifat mufakat. Harus dimufakati. Tidak menang-menangan,” tegasnya.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Selain itu, ia menyebut kepengurusan baru nantinya wajib memenuhi keterwakilan perempuan minimal 30 persen sesuai aturan organisasi partai.

“Ini kita kan mewajibkan setiap kepengurusan itu ada 30 persen wanita,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Grengseng juga menyoroti pentingnya disiplin kader saat menggunakan fasilitas umum. Ia mencontohkan kesepakatan untuk tidak merokok di dalam ruangan selama kegiatan berlangsung sebagai bentuk penghormatan terhadap fasilitas publik.

“Kita pinjam fasilitas umum, maka harus dijaga dengan baik. Saya sendiri perokok aktif, tetapi kalau sudah ada kesepakatan tidak merokok di dalam ruangan, ya harus dipatuhi,” katanya.

Menurutnya, kedisiplinan dan kepatuhan terhadap kesepakatan bersama menjadi bagian penting dalam membangun citra partai yang lebih tertib dan dekat dengan masyarakat.

Ia menambahkan, proses pembentukan kepengurusan PAC tidak hanya melibatkan struktur formal partai, tetapi juga melibatkan tokoh senior dan tokoh masyarakat yang selama ini ikut membesarkan PDI Perjuangan di Kabupaten Magelang.

“Di situ ada senior partai, ada tokoh masyarakat yang selama ini afiliansinya bersama PD Perjuangan. Itu semua dia cari. Jadi tidak harus cuma pengurus saja,” pungkasnya. (bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less