Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Mutilasi di Sleman, ini Bagian Tubuh Korban yang Dipotong Pertama Kali Oleh Pelaku

Mutilasi di Sleman, ini Bagian Tubuh Korban yang Dipotong Pertama Kali Oleh Pelaku

  • calendar_month Sen, 24 Jul 2023

BNews-SLEMAN- Teka-teki mutilasi mahasiswa UMY yang dilakukan Waliyin dan RD belum sepenuhnya terungkap. Meskipun polisi saat ini sudah menangkap keduanya, yang mencoba melarikan diri dan bersembunyi di Bogor, Jawa Barat.

Diketahui, Waliyin merupakan warga Magelang berusia 29 tahun dan RD adalah warga DKI Jakarta berusia 38 tahun itu. Kasus ini sendiri ditangani penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda DIY.

Satu per satu fakta sudah didapatkan polisi. Baik berdasarkan keterangan dan pengakuan kedua pelaku, maupun dari berbagai barang bukti yang sudah diamankan. Pemicu aksi keji mutilasi hingga korban direbus itu pun terungkap.

Sebelumnya, mahasiswa UMY itu dilaporkan hilang ke Polsek Kasihan, Bantul. Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi mendapat informasi bahwa Redho terakhir kali terlihat pada Selasa, (11/7) dini hari.

Sejak saat itu, Redho sama sekali tidak pernah kembali ke tempat kos-nya. Sementara, penemuan sebagian potongan tubuh korban mutilasi itu terjadi sehari setelahnya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY Kombes Pol FX Endriadi mengungkap, mutilasi mahasiswa UMY itu; bermula dari perkenalan di media sosial. Endriadi menyatakan, korban dan pelaku adalah anggota sebuah komunitas yang memiliki grup media sosial Facebook. Disebutkan bahwa bahwa komunitas itu melakukan aktivitas tidak wajar. Namun tidak dijelaskan secara jelas dan detil soal maksud dari “aktivitas tidak wajar” tersebut.

Karena sama-sama menjadi anggota komunitas tersebut, Redho, Waliyin dan RD akhirnya kerap berinteraksi. Interaksi yang cukup sering dan intens itu pula yang kemudian mengawali ketiganya saling berkenalan.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Endriadi menerangkan, perkenalan antara Redho, Waliyin dan RD terjadi sekitar 3 bulan sebelumnya. Sejak saat itu, korban dan kedua pelaku semakin intens berkomunikasi satu sama lainnya.

Dari komunikasi intens dan perkenalan itu, ketiganya lantas sepakat untuk melakukan pertemuan alias kopi darat. Hal itu dimulai oleh Waliyin yang mengundang RD datang ke Jogja. Undangan itu lantas disanggupi RD. Tujuan dari undangan Waliyin ke Jogjakarta itu tidak lain adalah juga untuk bertemu dengan Redho.

Setibanya di Jogja, RD …. (KLIK DISINI UNTUK LANJUT MEMBACA)

About The Author

  • Penulis: Marisa Oktavani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less