Nasyiatul Aisyiyah Kota Magelang Gelar Diskusi Hindari Kecanduan Dalam Hiburan

BNews—MAGELANG—Beberapa hari lalu, Nasyiatul Aisyiyah Kota Magelang mengadakan diskusi mengangkat tema Hobi Drama Korea (Drakor) Dalam Perspektif Kejiwaan. Dengan pembicara Psikolog dari RSJ Soerojo Kota Magelang Swastika Wulan Pahlevi.

Ketua Pimpinan Daerah (PD) Nasyiatul ‘Aisyiyah Kota Magelang, Eko Kurniasih Pratiwi memaparkan, dengan kemajuan teknologi saat ini memudahkan masyarakat memperoleh hiburan dari berbagai akses. Namun hendaknya jangan sampai membuat tidak mampu mengontrol waktu.

”Dalam batas tertentu, hiburan memang dibutuhkan untuk menurunkan ketegangan emosi dan pikiran setelah seharian beraktifitas, sehingga mampu mendapatkan semangat baru yang positif dalam melakukan aktifitas berikutnya,” paparnya, kemarin (19/6/2020).

Dia pun berharap, masyarakat menghindari perilaku yang mengarah pada kecanduan. Sebab hal itu bisa berdampak pada kondisi yang membuat seseorang kehilangan kontrol.

“Kecanduan dalam jangka panjang akan merusak kondisi kejiwaaanya, oleh karenanya yang dibutuhkan adalah pengendalikan diri serta kemampuan mengambil nilai positif dari setiap hiburan yang ada” tandasnya.

Sebagai organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah yang memiliki anggota remaja puteri, kata Tiwi, Nasyiatul ‘Aisyiyah selalu berupaya membuat program positif. Sehingga mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

”khususnya bagi kelompok remaja puteri dalam rangka melakukan pemberdayaan di lingkungan masyarakat. Selama ini sudah ada program Pelayanan Remaja Sehat (Pashmina), pelatihan keorganisasian dan juga diskusi serta kajian yang mengangkat tema aktual,” katanya.

Loading...

Sementara itu, menurut Swastika, ada dampak positif dan negatif ketika menjadi pecinta drakor. Satu sisi adalah bagian dari hiburan yang menjadi kebutuhan hidup seseorang, maka sejatinya itu baik dan positif.

”Disisi lain akan berpotensi menimbulkan dampak negatif, apabila sudah sampai pada level pecandu yang akhirnya dapat melupakan peran-peran dan tanggungjawab masing-masing,” kata dia.

Ia mencontohkan ketika seorang perempuan yang telah berstatus sebagai ibu rumah tangga. Saat sudah pada level candu, maka peran-peran sebagai ibu bisa saja terlupakan.

”Begitu juga bagi kelompok usia remaja, sangat berpotensi terkena pengaruh negatif terkait demam tontonan drakor ini,” pungkasnya. (mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: