Optimalkan Bahan Bekas Di Bank Sampah Menjadi Produk Bernilai Jual Tinggi

BNews–MAGELANG– Bank sampah merupakan konsep pengumpulan sampah kering dan dipilah. Serta memiliki manajemen layaknya perbankan tapi yang ditabung bukanlah uang melainkan sampah.

Sampah yang ditabung ditimbang dan dihargai dengan sejumlah uang yang nantinya akan dijual kembali dalam pengelolaannya bersumber pada masyakarakat dengan pola insensif. Sepeti yang dilakukan Ibu-ibu KWT Dusun Ngelo, Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang ini. Mereka juga menjadi salah satu nasabah bank sampah yang nantinya uangnya akan dikumpulkan untuk dijadikan uang kas Dusun Ngelo.

Untuk memperkuat adanya Bank Sampah tersebut dan agar semakin berkembang, Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali menerjunkan mahasiswanya. Mereka merupakan lima mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dan Fakultas Ekonomi Bisnis. Tentunya dengan pendampingan salah satu dosen UNIMMA.

Dengan program Pengabdian Pada Masyarakat Terpadu (PPMT) periode ke-2, mahasiswa UNIMMA terjun di Dusun Ngelo, Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. Dengan tema ’Implementasi Hasil Riset Pengembangan Desa Wisata Alam dan Wirausaha Guna Meningkatkan ekonomi Masyarakat’.

Mahasiswa tersebut yakni Yuli Sulistyo (Ig: @yuli_sulistyo), Raditya Yudhistira Suwanto (Ig: @radityaayudhistira), Asri Setyaningsih (Ig: @asrysn_); Dera Anggra Ratnania (Ig: @ratnania13), dan Karima Rachmawati (Ig: @rachmawatikarima).

Selain itu juga, PPMT tersebut memperkuat keberadaan Bank Sampah di Dusun Ngelo. Dengan program dan sosialisasi kepada anak-anak di sana memiliki rasa perduli terhadap lingkungan.

Tidak hanya itu, anak-anak di Dusun tersebut dilatih untuk memanfaatkan barang bekas untuk diolah dengan baik. Hal ini akan menghasilkan barang bernilai jual tinggi.

Loading...

Salah satunya, mahasiswa kelompok PPMT tersebut  mengajak anak-anak Dusun Ngelo membuat prakarya. Antara lain membuat tempat pensil dengan menggunakan botol bekas yang diambil dari bank sampah Dusun Ngelo.

Selain Pengelolaan Bank Sampah, Tim PPMT  juga melaksanakan beberapa segmentasi program lain. Antara lain seperti pembuatan masker bersama Ibu-ibu KWT Dusun Ngelo yang berjumlah 30 orang.

Hal tersebut dilakukan mengingat pentingnya penggunaan pemakaian masker dimasa pandemi covid-19. Serta penerapan PHBS bersama Ibu-Ibu KWT Dusun Ngelo. (adv)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: