Pemda DIY Beli Dua Hotel Di Jalan Malioboro Rp 170 Miliar, Ini Tujuannya

BNews–JOGJA– Kabar mengejutkan setelah Pemerintahan Daerah DIY membeli dua hotel besar di kawasan Malioboro. Dimana harga kedua hotel tersebut mencapai miliaran rupiah.

Dua hotel tersebut yakni Mutiara 1 dan 2 yang berada di kawasan Jalan Malioboro Yogyakarta. Pemda DIY membelinya dengan harga Rp 170 Miliar pada September 2020 lalu.

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, menjelaskan pengembangan akan dilakukan pada 2021 mendatang, dimulai dari Hotel Mutiara 1 atau yang di sisi utara Malioboro. Lokasi tersebut sebagai tempat tempat display Usaha Mikro Kecil Menengah (UMK).

“Kami ingin meningkatkan kelas UMKM untuk bisa punya ruangan di kawasan Malioboro untuk jualan,” ujarnya dikutip Harjo (21/10/2020).

Menurutnya, jika melihat produk UMKM di Jogja sangat variatif dan memiliki kualitas yang bagus. Untuk itu, pihaknya akan memfasilitasi UMKM untuk berjualan di tempat tersebut setelah direnovasi dan disesuaikan dengan kebutuhan display UMKM.

“Saya berharap UMKM di Jogja bisa tumbuh menjadi semakin baik,” tandasnya.

Sementara Paniradya Pati Paniradya Keistimewaan DIY, Aris Eko Nugroho, mnuturkan pembelian pembelian kedua hotel tersebut menggunakan dana keistimewaan DIY 2020 senilai Rp170 miliar. Dimana pihaknya membeli langsung dari pemiliknya sendiri yakni Umar Santosa.

Loading...
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Dibayar pertengahan September,” katanya.

Setelah pembelian, proses selanjutnya yang akan diselesaikan pada 2020 ini adalah uji konstruksi dan kajian pengelolaan. Untuk pengelolaan, pada hotel Mutiara 1 akan dikelola oleh Dinas Koperasi dan UMKM DIY, sementara pad Hotel Mutiara 2 akan dikelola oleh Dinas Pariwisata DIY.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM DIY, Srie Nurkyatsiwi, mengatakan pihaknya belum menetapkan berapa UMKM yang akan masuk dalam pengembangan Hotel Mutiara ini. Hal ini dikarenakan harus disesuaikan dengan hasil kajian pengelolaan.

“Kalau sekarang belum tahu. Tapi tentunya UMKM seperti apa, mustinya tidak semua bisa masuk, karena keterbatasan dari sisi ruang. Ada beberapa hal yan harus kami siapkan jangan sampai produk UMKM di sana mengecewakan masayarakat,” ungkapnya.

Dinas Koperasi dan UMKM DIY mencatat DIY memiliki setidaknya 270.000 UMKM dengan beragam jenis produk dan jumlahnya terus berkembang. Untuk UMKM yang akan menempati gedung tersebut akan dikenakan biaya sewa, namun berapa tarif dan mekanismenya ia masih belum bisa sampaikan. (*/jar)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: