Pegiat Wisata Magelang Ini Dukung Program Jateng Di Rumah Saja, Mereka Tutup Sementara

BNews–MUNGKID– Terkait kebijakan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo soal program Jateng Di Rumah Saja, mendapatkan pro kontra dari kalangan masyarakat. Meskipun hanya dua hari, banyak yang mendukung maupun keberatan termasuk para pegiat pariwisata di Kabupaten Magelang.

Seperti salah satu pegiat pariwisata di Magelang, Tora ini dengan berat hati tetap sportif akan menutup tempat pariwisata mengikuti kebijakan gubernur. “Tetapi semua sektor ekonomi yang lain juga harus bersinergi untuk taat pada aturan. Dan jangan sampai ada tumpang tindih diantara masyarakat untuk buka dan tutup lagi supaya tidak ada kecemburuan sosial,” katanya.

Ia yang merupakan  pegiat pariwisata khususnya di Magelang bagian selatan mendukung kesinergian penutupan usaha bersama. “Hal ini untuk mewujudkan magelang yang lebih baik lagi. Selebihnya silahkan dinas terkait untuk memberikan kebijaksanaan,” imbuhnya.

Ditanya terkait Surat Edaran Bupati Magelang yang tidak menutup pasar dan mall dan hanya memabatasi jam operasionalnya, Tora memberikan apresiasinaya.

“Saya sangat setuju dan mengapresiasi langkah dari bapak bupati yang masih mau menerima aspirasi masyarakat dari yang terkecil – menengah – keatas.  Semuanya rata walaupun ada pembatasan namun bagi kami ini adalah sebuah ruang untuk bernafas lega karena pihak kabupaten Magelang sangat mengerti keinginan kami,” paparnya.

Sementara dalam SE Bupati tersebut untuk tempat pariwisata diharuskan tutup selama program Jateng Di Rumah Saja. Dan mengetahui hal tersebut, Tora juga akan tetap mengikutinya.

“Untuk pariwisata kita tetap ikut peraturan pemerintah, dilawanpun juga percuma karena hanya akan memicu konflik sosial baru. Hal ini karena sama saja pariwisata dihadapkan dengan masalah birokrasi dari tingkat dusun – desa – kabupaten sampai ke tingkat pusat, toh juga tiap desa sudah mempunyai peraturan tentang protokol kesehatan yg sangat kuat,” tandasnya.

Diketahui bersama, Program Jateng Di Rumah Saja akan berlaksu selama dua hari. Yakni pada tanggal 6 dan 7 Februari 2021, dimana hal ini guna menekan angka penyebaran covid-19 di Jawa Tengah. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: