Pembibitan Buah Brata Yudha Borobudur Mulai Bangkit, Buah Langka Tersedia

BNews–MAGELANG– Budidaya tanaman hias mungkin saat ini sedang ramai di kalangan masyarakat. Namun berbeda dengan salah satu warga Borobudur ini yang lebih fokus dalam pembibitan tanaman buah-buahan.

Ia adalah Tri Brata Yudha, 37 warga Dusun Pucungan Desa Candirejo Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang. Dia yang juga salah satu anggota Kepolisian di Polsek Tempuran Magelang ini mulai fokus mempelajari soal pembibitan tanaman buah ini sejak akhir tahun 2017 lalu.

“Awalnya saya itu merasa setelah pulang kerja saat piket di Kantor itu, di rumah kurang kegiatan yang produktif. Lalu saja dulu belajar makelar jualan apapun, sampai akhirnya jual bibit milik teman,” katanya.

Karena dirinya bertugas di daerah Tempuran yang notabanenya banyak pembibitan tanaman buah, maka peluang belajar sangatlah tinggi. “Ada teman sekolah saya bernama Agus yang tinggal di Sumberarum Tempuran yang juga buka usaha pembibitan. Lalu saya banyak belajar dari dirinya, mulai dari pemasaran dan cara merawat bibit,” imbuhnya.

Dulu, kata Broto panggilan akrabnya dirinya tinggal di sebuah asrama kepolisian di daerah Borobudur. Kemudian di asrama tersebut dirinya juga senang menanam tananam hias.

“Dari hobi itulah saya kembangkan ke dunia jual beli pembibitan tanaman buah. Lalu karena orang tua saya umurnya sudah lanjut, saya putuskan pulang. Dan saat pulang itulah saya melihat banyak lahan milik keluarga masih nganggur, dan mulai berpikir bagaimana menghasilkan dari situ,” ujarnya.

Broto menceritakan awal mulai belajar pemasaran bibit hanya melalui media sosial dan hanya bermodal foto, menjualkan barang teman. Dan hasilnya cukup mengejutkan, ternyata laku banyak.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Dulu sistemnya jualnya ngecer barang milik teman. Lalu paketkan untuk pengiriman, terbanyak ke daerah Kalimantan dan Jogja,” ujarnya.

Dari hasil penjualan yang sambil belajar pemasaran tersebut, untungnya kita sisihkan untuk modal. “Nah dari untung jualan itu saya mulai produksi bibit sendiri di rumah saya di Borobudur. Ya sekitar pertengahan akhir tahun 2018 mulai bibit jambu kristal dan kelengkeng,” terangnya.

Dirinya membuka usahanya dengan nama “Pembibitan Brata Yudha Borobudur” di lahan milik keluarga di daerah Pucungan Candirejo. Yang membedakan adalah selain tanaman buah pada umumnya, terdapat beberapa bibit tanaman buah langka yang ada di Indonesia.

“Namun saat buka pertama dan membuat bibit itu langsung ada kendala, mulai tahun 2019 tahun politik.  Dan ada kabar covid-19 di wuhan akhir tahun 2019, saya nekat dan spekulasi panen dini. Maksudnya menjual bibit yang siap tanam dengan harga dibawah rate ya obral gitu, karena pikiran saya virus itu akan masuk Indonesia dan akan berpengaruh kepada ekonomi. Dan ternyata benar,” paparnya.

Dan saat tahun 2020 wabah covid-19 melanda Indonesia, Brotho mengaku hanya merawat dan meneruskan tanaman sisa dari tahun sebelumnya. “Jadi saya juga buat bibit tanaman buah yang mana pohonya pendek tetapi sudah berbudah. Maksudnya tanaman buah yang cepet berbuah, dan cukup ditanam menggunakan media pot saja,” ujarnya.

Menurutnya istilah itu Tambulampot, dimana tanaman yang cepat berbuah dan cukup ditanam di Pot atau pollyback dan tidak terlalu memerlukan lahan luas. “Nah alasan tidak memerlukan lahan luas inilah saya juga fokus dalam tambulampot. Melihat banyak warga yang tinggal di perumahan tidak memiliki lahan bercocok tanam, namun pingin merawat tanaman buah. Sekaligus untuk ketahanan pangan,” terangnya.

Terpenting lagi, lanjut Brotho untuk bisnis bibit tanaman buah ini untuk ketahanan pangan. Serta bisnis yang risiko ruginya bisa dikatakan kecil.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Kalau kita sudah punya pasaran, masalah produksi mungkin bisa dikatakan mudah karena mulai dari biji,, tergantung perawatan yang bagus saja akan jadi bibit yang baik. Saya lebih pentingkan kualitas dari pada kuantitas, jadi konsumen yang beli tidak kecewa. Karena saat membelipun saya sarankan cocok atau tidak, bukan hanya sekedar laku,” tegasnya.

Jadi selama tahun 2020 saat pandemi, usaha Broto tidak melakukan produksi. Hanya melakukan perawatan dan jual eceran saja.

“Dan akhir tahun 2020 ini mulai bangkit kembali. Adanya pesenan dari instansi Dinas dari luar Magelang sebanyak sekitar 2000 bibit. Dan kita siapkan bibit yang sudah ada , seperti manggis, alpokat, durian, dan mangga,” terangnya.

Broto juga mengungkapkan untuk jenis bibit tanaman buah yang sering banyak dibeli itu adalah kelengkeng merah. “Kami juga ada bibit tanaman buah langka seperti Jeruk dari Thailand jenis red pamelho dan anggur preco. Untuk stock terbanyak ya kelengkeng merah, new kristal, dan matal ada. Ya kalau ada pesenan kita pasti siapkan,” ujarnya.

Ia berharap semoga pandemi ini lekas berakhir dan usaha bisa berjalan. “Jadi kita dalam perawatan bibit juga membuka kesempatan kerja bagi warga sekitar. Meskipun awalnya dikelola keluarga, kini beberapa warga saya libatkan. Kedepan masih banyak rencana lagi, seperti tanamaan hias dan wisata, tentunya harapannya juga berdampak positif bagi warga sekitar,” harapnya. (bsn)

INFO PEMESANAN KUNJUNGI AKUN INSTAGRAM DIBAWAH INI ATAU HUBUNGI NO WHATSAPP : +62 857-9915-6900

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: