Pembuatan APE Dengan Kearifan Lokal Tingkatkan Pendidikan Anak Di Grabag

BNews–MAGELANG– Program Pengabdian Pada Masyarakat Terpadu (PPMT) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) Tahun 2020 mulai dilaksanakan. Dan kali mereka menerjukan mahasiswanya di Dusun Wates Desa Losari Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang.

Kegiatan PPMT yang dilakukan di Desa tersebut untuk memanfaatkan hasil alam yang ada. Serta dilakukan pelatihan pembuatan Alat Permainan Edukatif (APE) dengan media kearifan lokal.

Perlu diketahui Dusun Wates Desa Losari, merupakan desa yang mayoritas masyarakatnya berkerja sebagai petani terutama kopi. Remaja di desa ini mayoritas pendidikannya adalah SMA sederajat, jarang sekali yang sampai perguruan tinggi.

Hal ini dikarenakan kurangnya dorongan dari orang tua sehingga anak pun  tidak ada minat yang besar untuk belajar. Anak – anak justru lebih tertarik bekerja setelah tamat dari SMA. Kebanyakan dari mereka bekerja di pabrik dan hanya bisa berkumpul di jam yang terbatas.

Junadi Kepala Desa Losari mengatakan untuk jumlah penduduknya 1983. “Di desa ini hanya terdapat 1 (satu) POS PAUD, 1 (satu) TK, dan 1 (satu) SD. Namun kenyataannya masyarakat kurang mempercayakan anak–anaknya untuk masuk di POS PAUD Mawarsari ini,” katanya.

Menurutnya, faktor penyebabnya adalah guru PAUD yang mengajar bukan lulusan S1 PAUD, tetapi hasil pengangkatan dari kader POSYANDU yang menjadi guru POS PAUD. “Hal ini yang membuat masyarakat kurang percaya dengan kemampuan para guru tersebut. Baik dari cara mengajar, penguasaan kelas, maupun dari media pembelajaran yang digunakan,” ujarnya.

Kegiatan yang dilakukan  mahasiswa UNIMMA adalah memaksimalkan keaktifan anak dalam memanipulasi alat dan media pembelajaran. Hal ini untuk mendukung pemahaman konsep belajar secara riil cenderung terabaikan.

Kelompok PPMT tersebut terdiri dari Hastoko Dwiyan Atmojo (PGSD), Devy Anthonita Eka Putri (PG PAUD), Langen Safitri (PGSD); Yunike Nurmadhitya (PGSD), dan  Nike Setya Evania (Teknik Informatika). Dengan Dosen pembimbing Puji Rahmawati,

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Dari hasil kajian Kelompok PPMT, permasalah tersebut dikarenakan APE yang digunakan terbatas, hanya fokus pada APE yang instan tanpa membuat. Dimana metode pembelajarannya belum menerapkan HOTS (High Order Thinkin Skill) dan STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Matematic).

Adanya permasalahan tersebut mahasiswa UNIMMA hadir memberikan ilmu dengan potensi kearifan lokal yang ada di desa tersebut. Mahasiswa juga berusaha membuat trobosan baru untuk masyarakat Desa Losari dengan pembuatan APE dari bahan-bahan sederhana.

Hal tersebut juga yang menjadi kearifan lokal Desa Losari dengan harapan adanya perbaikan dan perkembangan dalam pengelolaan POS PAUD. Selain itu, masyarakat Desa Losari bisa memiliki mindset maju dan mau belajar hal baru.

Setelah selesai pendampingan dan pendampaingan , maka kelompok PPTM menggelar berbagai acara dan  pameran APE di Balai Desa Losari. Kegiatan pameran diiringi dengan berbagai kegiatan lain dengan mengusung kearifan lokal masyarakat setempat.

Berbagai kegiatan yang mengiringi pameran APE antara lain Market Day, Tari Geol-Geol dari anak – anak POS PAUD, Tari Mbok Jamu dari siswa SD Negeri Losari; Fashion Show anak PAUD MAWARSARI dengan busana dari bahan kearifan lokal seperti plastik dan koran; Seminar Desa tentang Strategi Pemasaran Produk Lokal Sebagai Penggerak Perekonomian Desa Losari di Masa Pandemi Covid-19.

Pada kesempatan ini juga dilakukan pembagian hadiah untuk berbagai lomba yang sudah dilaksanakan. Acara diakhiri dengan kegiatan penarikan mahasiswa PPMT di Desa Losari oleh Dosen Pembimbing Lapangan. Kegiatan ini dihadiri oleh Warga Desa Losari yang sangat antusias dalam mengikuti kegiatan dari awal kegiatan sampai akhir sehingga acara ini berjalan dengan lancar dan meriah. (adv)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: