Pemkab Magelang Gelontorkan Rp108,3 Miliar untuk 279 Desa, Infrastruktur Jadi Prioritas 2026
- calendar_month Rab, 25 Feb 2026

Pemkab Magelang Gelar Workshop Peningkatan Sarana dan Prasarana Desa, Bantuan Keuangan 2026 Capai Rp108,3 Miliar
BNews-MAGELANG – Pemerintah Kabupaten Magelang menggelar Workshop Peningkatan Sarana dan Prasarana Desa yang diikuti para kepala desa dan camat se-Kabupaten Magelang di Ruang Command Center Setda Kabupaten Magelang, Rabu (25/2/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Magelang dalam memperkuat pembangunan desa sekaligus memastikan pemanfaatan bantuan keuangan berjalan efektif, transparan, dan tepat sasaran.
Bupati Magelang yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Magelang, Bela Pinarsi, menegaskan; bahwa sarana dan prasarana desa memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan desa; penyelenggaraan pemerintahan desa, pembinaan kemasyarakatan, hingga pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, penguatan infrastruktur desa menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi Kabupaten Magelang, yakni “Masyarakat Kabupaten Magelang yang Aman, Nyaman, Religius, Unggul dan Sejahtera.”
“Visi ini kami turunkan ke dalam misi kedua, yakni akselerasi penyelenggaraan tata kelola pemerintahan yang bersih dan melayani. Kita tingkatkan kualitas pelayanan publik dan infrastruktur dasar agar seluruh masyarakat Kabupaten Magelang mendapatkan pelayanan yang baik,” jelasnya.
Ia menambahkan, misi ketiga pemerintah daerah adalah memajukan perekonomian berbasis potensi lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pembangunan, tegasnya, harus dimulai dari desa dengan memperhatikan kebutuhan dan prioritas warga setempat.
Selain itu, misi keempat menitikberatkan pada pemerataan pembangunan yang berkeadilan di seluruh wilayah Kabupaten Magelang agar distribusi pembangunan dapat berjalan adil dan merata.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Bela menjelaskan, visi dan misi tersebut dijabarkan dalam program prioritas Sapta Cipta. Di antaranya program; Makmur Rakyate melalui pemenuhan air bersih dan Sanitasi Aman Magelang (SAM), Gemilang Potensine; yang fokus pada pembangunan infrastruktur serta sarana dan prasarana pertanian, peternakan, dan perikanan guna; mendorong pertumbuhan ekonomi desa, serta Gumregah Wargane yang memfasilitasi kegiatan kebudayaan; sosial kemasyarakatan, dan sarana prasarana olahraga.
Pada tahun 2026, Kabupaten Magelang memperoleh Bantuan Keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp108.320.000.000 yang dialokasikan untuk 279 desa dengan total 775 titik kegiatan. Anggaran tersebut diharapkan mampu mempercepat pemerataan pembangunan hingga tingkat desa.
“Bantuan ini harus dilaksanakan sesuai peruntukannya dengan mempedomani prinsip keberpihakan kepada masyarakat, swakelola atau gotong royong, transparan, partisipatif, akuntabel, berkelanjutan, dan responsif gender. Dengan demikian, manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Bela.
Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Magelang, Budi Supriyanto, menekankan bahwa seluruh perencanaan bantuan keuangan desa harus diarahkan sepenuhnya pada kesejahteraan masyarakat.
“Ending-nya hanya satu, yaitu kesejahteraan masyarakat. Itu yang kita perjuangkan bersama,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa visi dan misi kepala daerah harus diterjemahkan dalam pelayanan birokrasi yang cepat, mudah, dan tidak mempersulit masyarakat.
“Kalau bisa cepat, mengapa harus lama? Kalau memang tidak bayar, mengapa harus ada pungutan?” katanya.
Menurutnya, besarnya alokasi bantuan keuangan desa tahun ini menjadi momentum penting untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ia berharap pemerintah desa dapat menyusun perencanaan yang matang, tepat sasaran, serta akuntabel.
Dengan sinergi antara pemerintah desa, kecamatan, DPRD, dan pemerintah kabupaten, bantuan keuangan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan dan pemerataan pembangunan di Kabupaten Magelang.(bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar