Pemkab Magelang Usulkan Rute Baru Bus Trans Jateng, Ada Yang Sampai Muntilan
- calendar_month Sel, 8 Jul 2025

Salah satu Halte Bus Trans Jateng rute Borobudur Purworejo
BNews—MAGELANG – Pemerintah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, terus mendorong pembukaan rute baru untuk layanan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng. Terutama pada jalur-jalur strategis yang menghubungkan kawasan wisata dan sentra aktivitas masyarakat.
Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kabupaten Magelang, Arif Muntoha, menyampaikan bahwa berdasarkan studi kelayakan yang dilakukan oleh; Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2018, terdapat tiga koridor utama yang diusulkan; untuk pengembangan rute BRT Trans Jateng di wilayah Magelang dan sekitarnya.
Rute Koridor 1 dirancang untuk menghubungkan Terminal Secang, Terminal Soekarno-Hatta (Kota Magelang), Artos Mall, pertigaan Blondo, Terminal Borobudur, hingga Terminal Muntilan.
Sementara itu, Koridor 2 dirancang menghubungkan Terminal Secang dengan Terminal Temanggung. Sedangkan Koridor 3 menghubungkan Terminal Borobudur hingga Stasiun Kutoarjo, yang telah resmi beroperasi sejak September 2020.
“Kami sudah berkali-kali mengusulkan rute yang krusial, seperti Koridor 1,” ujar Arif dikutip Kompas.com, Senin (7/7/2025).
Menurut Arif, Koridor 1 memiliki peran penting dalam menghubungkan Kota dan Kabupaten Magelang, sekaligus menjadi akses utama; menuju kawasan wisata prioritas nasional seperti Candi Borobudur dan obyek wisata lain di sekitarnya.
Ia menduga keterlambatan pembukaan koridor ini berkaitan dengan keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK DISINI)
“Banyak aglomerasi juga yang dilayani BRT Jateng,” tambahnya.
Sementara itu, keberadaan Koridor 3 dinilai cukup strategis karena memberikan alternatif transportasi bagi masyarakat; yang ingin bepergian menggunakan kereta api.
Masyarakat dari wilayah Magelang tidak perlu lagi menuju Stasiun Tugu Yogyakarta, karena bisa langsung mengakses kereta melalui Stasiun Kutoarjo, lalu melanjutkan perjalanan menggunakan BRT.
“Setelah berkendara dengan kereta, masyarakat yang ingin ke wilayah Magelang bisa langsung turun di Stasiun Kutoarjo, lalu naik BRT Trans Jateng. Ini bisa menghemat waktu sekitar 1 jam,” jelas Arif.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan pengoperasian 10 koridor BRT Trans Jateng sebelum tahun 2027.
Tiga di antaranya merupakan koridor baru yang akan segera dikembangkan, yaitu rute Jepara–Kudus–Pati (Jekuti), Kota Magelang–Kabupaten Magelang–Kabupaten Temanggung (Gelang Manggung), dan Pemalang–Batang–Pekalongan (Petanglong).
“Yang jelas, target kami adalah agar operasional koridor-koridor baru ini sudah bisa berjalan paling lambat 2027,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Jateng, Arief Djatmiko, dikutip dari Kompas.com (3/7/2025).
Saat ini, BRT Trans Jateng telah mengoperasikan tujuh koridor yang mencakup wilayah Semarang–Bawen, Semarang–Kendal, Semarang–Grobogan, Purwokerto–Purbalingga, Magelang–Purworejo, Solo–Sragen, dan Solo–Wonogiri, dengan total 115 unit armada.
Jumlah armada tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring dengan pengembangan rute baru. Pemerintah berharap sistem BRT Trans Jateng semakin meningkatkan konektivitas antardaerah, mendukung mobilitas warga, dan memperkuat sektor pariwisata, khususnya di wilayah Magelang Raya. (*)
About The Author
- Penulis: Borobudur News



Saat ini belum ada komentar