Pemkab Sleman Gelar Sayembara Desain Pasar Goden, Diikuti Arsitek International

BNews—SLEMAN—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mengadakan sayembara desain revitalisasi Pasar Godean Sleman. Segai upaya menjadikan pasar tersebut sebagai satu ikon baru di Sleman Barat dan percontohan bagi pasar lain.

Kepala Disperindag Sleman, Raden Rara Mae Rusmi Suryaningsih mengatakan sayembara desain melibatkan arsitek dari level nasional hingga internasional. Diharapkan nantinya pasar ini akan lebih tertata tidak hanya secara fisik namun juga berbagai aspek dari ekonomi, kebersihan, keamanan, artistik dan berstandar nasional dengan tetap mempertahankan ruh tradisional.

”Sampai saat ini sudah ada 91 peserta yang mendaftar baik kelompok maupun perorangan. Peserta tidak hanya dalam negeri tapi juga dari luar negeri seperti Eropa, Malaysia dan Singapura,” katanya, beberapa waktu lalu.

Sayembara desain, lanjut Mae, memperebutkan total hadiah sebesar Rp154 juta. Dengan rincian juara I Rp100 juta, juara II Rp30 juta, juara III Rp15 juta, harapan I Rp5 juta dan harapan II Rp4 juta.

”Dalam pelaksanaannya Pemkab bekerjasama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) DIY dan pemenang akan ditentukan pada September 2020 nanti dengan juri kehormatan Bupati Sleman,” imbuhnya.

Mae berharap desain yang dihasilkan dapat menyajikan ruang perdagangan di mana ada interaksi yang hangat antara penjual dan pembeli. Serta mempertahankan ruh ketradisionalan sebuah pasar.

”Ruh ketradisionalan yang dimaksud yakni guyub, urup, penuk, prasojo, unik, ndalan dan kalangan,” paparnya.

Loading...

Ketua IAI DIY Ahmad Syaifuddin Muttaqi menambahkan pada sayembara pasar ini peminatnya sangat luar biasa. Namun pihaknya tetap mendorong para artsitek profesional lainnya terutama anggota IAI untuk ikut.

”Sayembara seperti ini bisa menjadi eksistensi arstitek, masyarakat menjadi lebih menerima dan paham tentang profesi ini serta akan lebih bermanfaat,” tuturnya.

Tambah Ahmad, pihaknya mengapresiasi Pemkab Sleman yang telah melakukan sayembara ini karena hasil desain pasti akan dipilih yang terbaik. ”Pasar tradisional yang selama ini image-nya kumuh akan terlahir kembali lebih tertata,” katanya.

Download Aplikasi Borobudurnews Disini

”Sehingga nantinya bukan hanya bangunannya yang diperbaiki namun juga ada ruhnya. Bahwa pasar bisa hidup selama 24 jam, tinggal bagaimana mengisi dan desain-desain nanti akan banyak menampilkan ruh dan filosofi,” pungkasnya. (*/mta)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: