Pemprov Jateng Gelontorkan Bantuan Dana Bagi Warga Terdampak Covid-19 Diwilayahnya

BNews—JATENG—Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelontorkan bantuan dana, kepada kabupaten/kota dan desa di seluruh Jateng. Bantuan itu diharapkan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi Jateng di tengah pandemi.

Kepala BPKAD Jawa Tengah, Sumarno mengatakan, bantuan sebesar Rp2,23 triliun itu dibagi menjadi dua. Yakni untuk Kabupaten/Kota sebesar Rp1,04 triliun dan desa Rp1,189 triliun.

”Untuk penyalurannya, yang sudah berjalan baru untuk pemerintah desa. Prosentasenya sekitar 40,89 persen. Ini akan kami kebut agar bisa segera terealisasi semuanya,” katanya

Sementara bantuan bagi kabupaten/kota, lanjut Sumarno, terdapat tahapan yakni verifikasi RKO, lelang dan pencairan berdasarkan termin pekerjaan. ”Kalau desa, setelah diverifikasi dan disetujui, itu langsung ditransfer semuanya. Tapi untuk kabupaten/kota, ada tahapan-tahapan dan pencairannya berdasarkan termin,” imbuhnya.

Tambah dia, berdasarkan SE Gubernur Jateng, pelaksanaan proyek yang bersumber dari bantuan keuangan Provinsi Jateng akan dilaksanakan dengan padat karya. Pihaknya juga sedang menggodok juknis terkait pelaksanaan padat karya tersebut.

”Harapannya, warga yang menganggur karena terdampak Covid-19, bisa diperankan untuk pembangunan-pembangunan yang ada,” paparnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menuturkan bantuan keuangan tersebut sebesar Rp 2,23 triliun. Beriringan dengan dana bantuan itu, Ganjar juga mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang pengelolaan bantuan keuangan dengan cara padat karya.

Loading...

”Sebenarnya bantuan ini yang kita cadangkan dalam rangka penanganan Covid. Karena anggaran dari refocusing untuk Covid masih cukup, maka bantuan keuangan ini segera kami serahkan pada kabupaten/kota dan desa,” kata Ganjar usai rapat terkait percepatan penyaluran bantuan keuangan di kantornya, Kamis (30/7/2020).

Dia menyampaikan, bantuan keuangan ini dapat mengungkit ekonomi masyarakat di tengah pandemi. Apalagi, dirinya sudah memerintahkan agar bantuan digunakan untuk pelaksanaan proyek yang dikerjakan secara padat karya.

”Teknisnya saya harap dikerjakan dengan cara padat karya. Sehingga, akan lebih banyak orang yang bekerja dengan adanya proyek ini,” pungkasnya. (lhr/mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: