Penerbangan 5 Balon Udara Raksasa di Magelang
- calendar_month Ming, 29 Mar 2026

Penerbangan 5 balon udara raksasa di Lapangan drh Soepardi, Sawitan, Kabupaten Magelang pada Minggu (29/3/2026). (foto: mta)
BNews–MAGELANG– Ratusan orang memadati Lapangan drh Soepardi, Sawitan, Kabupaten Magelang pada Minggu (29/3/2026). Mereka menyaksikan penerbangan lima balon udara raksasa.
Atraksi ini merupakan rangkaian Pesta Rakyat Grebeg Kupat 2026. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dalam memeriahkan HUT ke-42 Kota Mungkid.
Diketahui pada Sabtu (28/3/2026), ada tujuh gunungan kupat berisi uang sebagai wujud syukur dan ajang silaturahmi setelah Lebaran. Ada pula penampilan kesenian tradisional dan aneka UMKM.
Balon-balon tersebut dibuat dan diterbangkan oleh para pemuda Kalibeber, Wonosobo. Meski hanya lima balon yang diterbangkan, antusiasme warga tetap tinggi.
Perwakilan komunitas balon asal Kalibeber, Wonosobo Arul Robbiansyah mengungkap bahwa setiap balon yang diterbangkan itu mengusung tema yang berbeda, mulai dari cerita lokal hingga edukasi.
“Contohnya, satu balon warna hitam dengan gambar sosok perempuan yang terinspirasi dari cerita rakyat setempat. Kemudian balon dengan gambar Doraemon yang banyak disukai anak-anak,” ungkapnya, Minggu (29/3/2026).
Selain itu, ada satu balon bertema edukasi kebersihan yang menggambarkan anak-anak sedang membersihkan lingkungan, hingga balon polos yang digunakan sebagai contoh untuk kebutuhan branding atau sponsorship.
“Balon tidak hanya untuk hiburan, tapi juga bisa menyampaikan pesan, termasuk edukasi kepada masyarakat,” jelas Arul.
IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)
Dia menjelaskan, balon-balon tersebut memiliki diameter bervariasi, mulai dari 12 meter hingga 20 meter. Proses pembuatannya pun tidak sederhana, memakan waktu hingga dua minggu untuk satu balon, dengan biaya berkisar antara Rp4-Rp15 juta, tergantung ukuran dan tingkat kerumitan desain.
“Bahan balonnya dari kertas daluang yang dirangkai tanpa cat,” jelasnya.
Lanjut Arul, kondisi cuaca menjadi kendala utama dalam penerbangan. Angin yang tidak stabil membuat balon tidak dapat terbang maksimal.
“Targetnya bisa sampai 40 meter, tapi karena angin kurang mendukung, tadi hanya sekitar 15 meter,” imbuhnya.
Sementara itu, panitia Pesta Rakyat Grebeg Kupat 2026, Zanuar Efendi menyebut, penerbangan balon udara dipilih sebagai inovasi kegiatan yang belum pernah digelar di Kabupaten Magelang.
“Kita ingin menghadirkan sesuatu yang baru. Di Kabupaten Magelang ini belum pernah ada dan ternyata antusias warga sangat tinggi,” ujarnya.
Dia menambahkan, kegiatan ini sekaligus menjadi penutup rangkaian pesta rakyat yang digelar secara sederhana, namun tetap mampu menghadirkan kebahagiaan bagi warga.
Selain menarik pengunjung, kegiatan ini juga dinilai mampu memberikan dampak ekonomi bagi warga, terutama pelaku UMKM. Kegiatan semacam ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata baru.
“Kami berharap nanti ada warga Magelang yang bisa membuat balon sendiri, sehingga ke depan yang diterbangkan adalah karya lokal,” pungkasnya. (mta)
About The Author
- Penulis: BNews 7





Saat ini belum ada komentar