Penjelasan Islam dan Ilmiah Mimpi Terkena Corona

BNews—NASIONAL— Mimpi merupakan sesuatu yang kerap dialami saat seseorang tertidur. Bahkan, mimpi yang dikenal dengan istilah ’bunga tidur’ terkadang dimaknai banyak orang sebagai pertanda, petunjuk hingga ramalan.

Dalam kesusastraan Jawa, mimpi memiliki posisi bergengsi. Bahkan lebih detail, mimpi memiliki nilai dalam setiap periodisasi. Yakni Titi Yoni, Gondo Yoni dan Puspo Tajem.

Titi Yoni merupakan mimpi yang berlangsung sebelum tengah malam. Pengaruh aktivitas terakhir atau pikiran dan gambaran tentang sesuatu yang tajam memberi pengaruh kuat. Mimpi pada periode ini tidak memiliki nilai dan hanya sebagai bunga tidur.

Periodisasi kedua yakni Gondo Yoni yang berlangsung pukul 00.00-03.00 WIB. Kekuatan jiwa dan ketajaman rasa memberi pengaruh besar pada mimpi itu. Pada waktu tersebut, mimpi dapat dijadikan refeleksi terhadap diri sendiri.

Kemudian Puspo Tajem adalah mimpi yang berlangsung antara pukul 03.00 WIB hingga subuh. Mimpi pada periode ini merupakan yang memiliki nilai tertinggi, bahkan keterlibatan Tuhan tampak dalam mimpi ini.

Ketajaman diri dan mata hatilah yang mampu menyingkap makna mimpi. Sebagian riwayat mengatakan, banyak wangsit yang muncul melalui mimpi pada periode Puspo Tajem.

Lalu bagaimana dengan seseorang yang dalam tidur bermimpi buruk terkena corona. Secara agama Islam dan ilmiah, ternyata sebuah mimpi dapat ditinjau dan dipecahkan.

Loading...

Menurut Peminat Studi Agama dan Resolusi Konflik, Abas Zahrotin, mimpi menjadi aktivitas yang cukup banya disebutkan dalam Alquran. Dalam sejarah islam, mimpi menjadi perantara pewahyuan ayat-ayau suci Alquran hingga nabi dan rasul terahulu menerima wahyu melalui mimpi.

”Dalam hadis riwayat Buhkari disebutkan apabila kamu bermimpi yang menyenangkan maka sesungguhnya hanyalah dari Allah dan memberitahukan tentang mimpi itu,” kata Abas, mengutip.

”Dan apabila kamu melihat mimpi tidak menyenangkannya maka sesungguhnya itu hanyalah dari setan. Maka hendaklah  memohon perlindungan kepada Allah SWT dari keburukannya. Dan janganlah menuturkannya kepada seseorang. Maka mimpi itu tidak membahayakannya,” sambungnya.

Baca juga: Dibalik Viralnya Kapolsek Magelang Selatan Dorong Motor Mogok Hingga Bayari Ongkos Bengkel

Sementara, dikaji secara keilmuan, mimpi buruk terkena corona bisa diakibatkan efek psikomatis. Dimana fenomena tersebut lumrah dialami manusia. Apalagi, bila kasus covid terjadi semakin dekat secara gepgrafis, maka akan semakin tertekan pula psikologi kita.

”Misalnya berita yang menyampaikan informasi tingkat keparahan terhadap sebuah kasus corona, ada potensi menimbulkan pembaca merasa takut. Kemudian terakumulasi menjadi kecemasan hingga menjadi psikomatis yang dipicu ketakutan berlebih,” papar alumnus PPTQ Al Asy’ariyyah, Kalibeber, Wonosobo.

Abas menjelaskan, ketika seseorang membaca informasi tentang corona, otak merespon dengan  amigdala yang bereaksi keras. Setelah itu, kita spontan memeriksa kondisi tenggorokan hingga menyentuh jidat memastikan panas atau tidaknya.

”Jika efek psikomatis ini terakumulasi dan makin meningkat, maka saat tidur sekalipun ketakutan itu muncul melalui mimpi. Jadi faktor penyebab mimpi buruk adalah kecemasan berlebih,”jelasnya.

Ungkap dia, bila mimpi tentang corona terus menerus datang membayangi saat tidur, maka yang perlu dilakukan adalah mencari cara agar kita tidak ikut tertular. Seperti rajin membersihkan diri dan lingkungan, menghilangkan ketakutan dan menciptakan semangat serta optimisme dalam menghadapi corona.

”Dan sebaiknya, ketika mimpi terkena corona, sebaiknya segera mengambil air wudu dan berdoa memohon keselamatan dan perlindungan,” pungkasnya. (han)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: