Penuhi Hak Anak Hingga Hak Kesehatan, Pemkab Raih Penghargaan HAM

0
117
EMPAT KALI : Bupati Magelang Zaenal Arifin usai menerima penghargaan Kabupaten Layak HAM di Jakarta, kemarin. (foto ; Humas Pemkab Magelang)

BNews—JAKARTA— Prestasi positif kembali di raih Pemkab Magelang. Untuk kali keempat berhasil meraih penghargaan sebagai kabupaten Peduli HAM.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Hamonangan Laoly, kepada Bupati Magelang, Zaenal Arifin, di halaman Gedung Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, hari Selasa (11/12/2018).

Bupati Magelang, Zaenal Arifin, mengungkapkan penghargaan tersebut merupakan kerja keras semua pihak. Baik pemerintah daerah dan juga masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Magelang, kami sangat mengapresiasi atas diraihnya penghargaan kategori Peduli HAM ini kepada Pemerintah Kabupaten Magelang. Harapannya, melalui penghargaan ini nantinya dapat terus memotivasi kita semua untuk tetap mempertahankan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, sehingga penghargaan ini dapat terus kita raih tiap tahunnya,” pungkas Zaenal Arifin.

Kepala Bagian Hukum Kabupaten Magelang, Sarifudin, menjelaskan bahwa, setiap tahunnya Kementerian Hukum dan HAM memang melakukan penilaian peduli HAM. “Ada beberapa indikator yang menjadi tolak ukur penilaian tersebut. Dan kriterianya pun dibagi menjadi 3, antara lain Peduli HAM, Cukup Peduli HAM, dan Kurang Peduli HAM. Dan hasilnya Kabupaten Magelang berhasil meraih kriteria Kabupaten/Kota yang Peduli HAM,” jelas Sarifudin.

Sarifudin menuturkan bahwa, penghargaan tersebut bukan pertama kalinya diraih oleh Kabupaten Magelang. Pemerintah Kabupaten Magelang sendiri sudah ke-4 kalinya berhasil meraih penghargaan kategori Kabupaten/Kota yang peduli HAM.

Untuk mendapatkan penghargaan kategori Peduli HAM tersebut, lanjut Sarifudin, Pemerintah Daerah harus mampu memenuhi 7 kelompok hak, yakni hak atas pendidikan, kesehatan, hak perlindungan perempuan dan anak, kemudian terkait masalah hak kependudukan, pekerjaan, rumah yang layak, dan hak lingkungan yang berkelanjutan. (bn1/bsn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here