Penularan Corona Lewat Uang Terjadi di Semarang, Satu Pasar Ditutup

BNews—SEMARANG— Kasus penularan Covid-19 di Kota Semarang terus terjadi. Lonjakan pasien bertambah setelah muncul kluster baru di Pasar Kobong atau Pasar Ikan Rejomulyo.

Kini, pasar itu ditutup guna menghindari penularan lebih masif. Satu pedahanh positif Covid-19 di pasar itu diketahui meninggal dunia di RS Sultan Agung Semarang.

Dua pedagang lainnya terkonfirmasi masih dilakukan perawatan intensif. Dinas Kesehatan Kota Semarang melakukan rapid test untuk seluruh pedagang di Pasar Kobong.

Hasilnya enam orang dinyatakan reaktif. Mereka kemudian langsung diisolasi di Rumah Dinas Wali Kota Semarang. Setelah menjalani tes swab, enam pedagang tersebut dinyatakan positif Covid019.

Selain rapid tes, Dinas Kesehatan juga melakukan tracing dan ditemukan dua keluarga dari pedagang yang terinfeksi Covid-19.

“Setelah kami tracing siapa saja pedagang yang positif, mereka ketemu dengan siapa termasuk keluarga. Ada dua keluarga di Pedurungan yang bapaknya pedagang di Pasar Kobong, istri, anak dan tetangganya positif,” kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, kemarin.

Hendrar megatakan total ada 28 pasien positif Covid-19 dari Klaster Pasar Kobong. Mereka adalah 11 pasien warga luar Kota Semarang dan 17 pasien warga Kota Semarang.

“Setelah diteruskan lebih masif lagi di-tracing ke keluarganya total ditemukan ada 28 orang positif Covid-19. Rinciannya, 11 orang warga dari luar Kota Semarang dan 17 orang warga Kota Semarang,” ujar Hendi.

Prihadi mentatakan pihaknya masih belum menganalisa secara pasti penyebab penularan yang terjadi di Pasar Kobong. Namun ia mengatakan potensi terbesar penularan terjadi melalui uang saat transaksi jual beli.

Ia mengatakan di pasar ini, penjual mendapatkan pasokan bahan dari daerah sekitar Semarang. Sayur dari Bandungan, ikan dari Tuban, Rembang, Pemalang, Tegal, dan daerah lain.

“Bisa juga lewat uang di pasar. Orang yang menderita Covid-19 kena dropletnya, air liurnya atau tangan yang tidak terjaga kebersihan ketika membawa uang untuk transaksi lalu itu menyebar. Makanya tangan harus bersih rajin mencuci tangan dan hand sanitizer,” ucap dia. (wan/her)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: