Sosok Fatima Hamami, Perempuan Difabel yang Peluk Cristiano Ronaldo
- calendar_month Sel, 17 Okt 2023

Fatima Hamami, perempuan difabel yang dipeluk C Ronaldo_foto istimewa
BNews-NASIONAL- Nama pesepakbola Cristiano Ronaldo dan Fatima Hamami mendadak menjadi perbincangan di seluruh dunia. Bintang sepak bola ini menghadapi ancaman hukuman cambuk di Iran karena diduga melanggar aturan zina dengan memeluk dan mencium kening pelukis difabel tersebut.
Awalnya, Ronaldo datang ke Iran saat Al Nassr bertanding melawan Persepolis dalam Liga Champions Asia pada tanggal 20 September 2023. Kedatangan tim tamu disambut dengan hangat oleh masyarakat setempat di Teheran.
Pemain berusia 38 tahun ini mendapatkan banyak hadiah dari penggemarnya, termasuk karpet Persia dan lukisan. Salah satu lukisan yang diterima Ronaldo adalah karya Fatima Hamini. Siapa sebenarnya Fatima Hamami?
Fatima Hamami dikenal sebagai seorang seniman terkenal dari Iran yang melukis dengan menggunakan kakinya. Sayangnya, kondisi tubuhnya mengalami kelumpuhan sebesar 85 persen.
Sejak kecil, Fatima Hamami mengidolakan Cristiano Ronaldo dan ia sengaja membuat lukisan wajah idolanya tersebut. Ia bahkan membagikan momen pertemuan mereka melalui akun Instagram pribadinya dan mengatakan bahwa itu adalah momen terbaik dalam hidupnya.
“Pertemuan dengan Cristiano Ronaldo, terima kasih Tuhan atas mimpi yang terwujud,” tulis Fatimah dalam unggahannya.
Akun Instagram Al-Nassr juga membagikan momen pertemuan keduanya di Teheran.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
“Pelukis Iran, Fatima, mengunjungi markas tim (Al-Nassr) di Teheran dan ia bertemu dengan kapten Al-Nassr, Cristiano Ronaldo. Pelukis Iran, Fatima, bertemu dengan idola @Cristiano,” tulis akun Al-Nassr melalui Instagram @alnassr.
Bukan hanya Ronaldo, Fatima Hamami juga pernah melukis Lionel Messi dan membagikan lukisan tersebut melalui akun Instagram pribadinya. Media Iran menyebutnya sebagai seorang seniman yang mampu melampaui batas-batas.
Dalam salah satu postingan di akun Instagram pribadinya, Fatima Hamami menuliskan bahwa disabilitasnya tidak menghalangi imajinasinya dalam melukis.
“Disabilitas adalah sebuah refleksi cahaya dan kekuatan Tuhan yang membuat seseorang tidak sempurna, namun memiliki kemampuan yang tidak terbatas,” ujarnya.
Video pertemuan dan pelukan Ronaldo dengan Hamimi menjadi viral di media sosial. Namun, tidak semua pihak senang dengan tindakan tersebut yang dilakukan oleh pemegang lima Ballon d’Or tersebut.
Sejumlah pengacara konservatif di Iran menganggap bahwa Ronaldo telah melanggar aturan zina. Memeluk dan mencium perempuan yang bukan mahram dianggap sebagai perzinahan dalam hukum syariah di Iran.
Stasiun TV Iran, Sharq Emrooz, melaporkan bahwa Ronaldo dinyatakan bersalah melakukan zina dan dijatuhi hukuman cambuk sebanyak 99 kali. Hukuman ini akan diberlakukan saat pemain tersebut kembali ke negara tersebut. Namun, hukuman ini dapat dibatalkan apabila Ronaldo “menunjukkan penyesalan” atas tindakannya (*)
About The Author
- Penulis: Marisa Oktavani



Saat ini belum ada komentar