Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Menuju Pertanian Digital! Bupati Magelang Dorong Petani Melek Teknologi

Menuju Pertanian Digital! Bupati Magelang Dorong Petani Melek Teknologi

  • calendar_month 4 menit yang lalu

BNews–MAGELANG– Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, menegaskan bahwa kondisi keringnya mata air untuk pertanian tidak boleh berubah menjadi “air mata” para petani di Kabupaten Magelang.

Hal tersebut disampaikan saat dirinya menjadi narasumber dalam peringatan Hari Krida Pertanian yang digelar di Pendopo UPTD Balai Taman Anggrek, Mendut, Kecamatan Mungkid, Senin (22/6/2026).

Dorong Sinergi Petani, PPL, dan Pemerintah Desa

Dalam kesempatan itu, Bupati Grengseng menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Magelang terus mendorong produktivitas petani meski telah memasuki musim kemarau.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara petani, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), pemerintah desa, serta OPD terkait untuk mengatasi berbagai persoalan pertanian di lapangan.

Menurutnya, kendala seperti kekeringan mata air dapat diatasi melalui kerja sama lintas sektor, termasuk pemanfaatan program sumur bor dan dukungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Namun demikian, ia meminta agar petani menyampaikan data yang akurat terkait kondisi irigasi, apakah mengalami kebocoran atau benar-benar kekeringan.

“Sebab saat ini data itu sangat penting bagi kami pemerintah untuk mengambil kebijakan yang tepat,” kata Grengseng.

Data Akurat Jadi Dasar Kebijakan Pemerintah

Bupati menegaskan bahwa keakuratan data menjadi faktor penting dalam menentukan kebijakan pemerintah di sektor pertanian.

Data yang valid akan memastikan kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan petani di lapangan.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Di tengah tantangan perubahan iklim, dinamika pasar, hingga perkembangan teknologi, ia justru melihat peluang besar untuk memajukan sektor pertanian di Kabupaten Magelang.

Sinergi Jadi Kunci Pertanian Berkelanjutan

Grengseng menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian tidak bisa dilakukan secara individu, melainkan membutuhkan sinergi semua pihak.

“Sekali lagi kuncinya adalah sinergi. Keberhasilan pembangunan pertanian tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah. Kita membutuhkan kolaborasi yang erat antara Pemerintah Daerah sebagai penyusun kebijakan, penyuluh pertanian sebagai pendamping dan penggerak inovasi, serta petani sebagai pelaku utama pembangunan pertanian,” ujarnya.

Ia juga meminta para penyuluh pertanian untuk menyampaikan data secara jujur dan apa adanya, termasuk kondisi yang kurang baik, agar kebijakan yang dihasilkan lebih tepat sasaran.

“Saya yakin, jika sinergi ini terus kita pelihara, maka Kabupaten Magelang akan menjadi salah satu daerah yang mampu menjadi contoh pembangunan pertanian yang tangguh, inovatif, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Pertanian Magelang Menuju Modern dan Digital

Bupati juga menegaskan bahwa sektor pertanian saat ini tidak lagi bisa hanya mengandalkan cara tradisional.

Pemkab Magelang, kata dia, tengah mendorong pertanian yang lebih modern, efisien, ramah lingkungan, berbasis teknologi digital; serta memiliki nilai tambah tinggi.

Ia juga mendorong hadirnya petani milenial yang mampu membawa inovasi dan teknologi ke sektor pertanian.

“Mari kita ubah cara pandang bahwa petani bukan sekadar profesi, melainkan agen perubahan, penjaga ketahanan pangan dan pelaku utama; pembangunan bangsa,” kata Grengseng.

DPRD Dorong Penguatan Kolaborasi

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Magelang, Soeharno, turut menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, daerah, DPRD; hingga PPL pertanian agar komunikasi berjalan efektif.

“Kami sebagai DPRD tentu sangat mendorong kolaborasi ini. Dengan kolaborasi maka komunikasi juga akan lebih baik, sehingga fungsi kami di DPRD bersama Bupati; bisa menentukan arah kebijakan yang akan diambil nantinya,” kata Soeharno.

Hari Krida Pertanian Jadi Momentum Apresiasi Petani

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Romza Ernawan, menyampaikan bahwa Hari Krida Pertanian bukan sekadar agenda tahunan; tetapi momentum untuk memberikan apresiasi kepada insan pertanian.

Menurutnya, sektor pertanian hanya dapat maju jika seluruh elemen bekerja bersama.

Ia juga menekankan pentingnya regenerasi petani dengan melibatkan generasi muda.

“Saat ini kita membutuhkan lebih banyak generasi muda yang percaya bahwa bertani bukan lagi identik dengan pekerjaan yang berat dan kurang menjanjikan; tetapi merupakan profesi yang modern, inovatif, berbasis teknologi, sekaligus memiliki peran strategis dalam menjaga kedaulatan pangan bangsa,” ungkap Romza. (bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less