MANTAP…Pencak Silat Muntilan Juara Terbaik II Even Internasional

BNews—MUNTILAN— Pencak Silat (PS) Kartika Nusa Muntilan menorehkan prestasi memuaskan. Di ajang Internasional Lomba Koreografi Pencak Silat dalam Event Pencak Malioboro Festival Internasional 6-8 September 2019 mereka berhasil meraih posisi terbaik kedua.

PS Kartika Nusa mampu bersaing dengan 32 tim dari berbagai daerah di Indonesia dan perwakilan luar negeri. Dan mereka memperebutkan Trophy Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Manajer tim PS Kartika Nusa, Joko Kartika Nusa selaku mengatakan bahwa tim dari Muntilan diwakili tim Sandya Macan. “Dalam ajang tersebut kami tampilkan lakon “Anoman Obong” (AO) dengan kekuatan 10 personil dalam berbagai peran. Diadaptasi dari kisah pewayangan “Ramayana”,” katanya.

“Dalam lomba silat koreografi tersebut tentunya menjadi hal ini tidak mudah karena biasanya cerita ini dimainkan dalam bentuk sendra tari dan ditampilkan dalam durasi panjang dengan alur cerita yang komplek. Namun dalam lomba tersebut disuguhkan pada materi sendra pencak dengan durasi tujuh menit,”imbuhnya.

Penampilan yang dimainkan oleh pesilat yang terdiri dari 10 personil ini sangat memukau penonton yang memenuhi lokasi monumen SO 1 Maret titik nol Yogyakarta. “Tim kami tunjukan totalitas dalam beraksi, ditambah dengan properti dan make up dalam lakon tersebut dengan memeragakan gerakan-gerakan silat yang atraktif sesuai karakter yang diperankan,” paparnya.

Joko juga menceriatakan tim Sandya Macan mempersiapkan koreografi selama satu bulan dan pemusatan latihan di Padepokan Kartika Nusa Joglo Jeep Gunungpring. “Dilatih oleh koreografer PS Kartika Nusa yaitu Gilang Puja serta selalu di monitoring oleh senior kami Agoeng Sukoyo selaku Majelis Guru,” ceritanya.

“Dan Alahamdulillah berkat semangat dan kerja sama tim yang solid kita berhasil memperoleh Juara Terbaik 2,” tandasnya.

Loading...

Agoeng Sukoyo, Ketua Majlis Guru menambahkan dengan keberhasilan ini diharapkan generasi muda dan juga struktur pemerintahan khususnya di wilayah Kabupaten Magelang. “Sehingga dapat lebih menyadari pentingnya pelestarian dan pengembangan pencak silat sebagai warisan budaya leluhur secara utuh,” tegasnya.

Perlu diketahui dalam ajang tersebut keluar sebagai juara pertama yakni Cakrabuana (Karawang Jawa Barat) skor 915. Untuk  juara 2 dari Sandya Macan – PS. Kartika Nusa (Muntilan,Magelang Jawa Tengah) skor 911. Serta juara 3 dari Subang Jawara (Jawa Barat).

MANTAP : Para juara di Pencak Malioboro Festival (PMF) di Malioboro Jogjakarta. (Foto : Istimewa)

Pencak Malioboro Festival (PMF) secara keseluruhan merupakan event Internasional yang dimotori oleh Tangtungan Project dan Paseduluran Angkringan Silat. Event tersebut mendapat dukungan penuh dari Sri Sultan Hamengku Buwono X, KGPAA Paku Alam X, dinas-dinas terkait di provinsi DIY dan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Pusat.

Pada tahun 2019 ini adalah PMF ke 6 yang dalam pelaksanaannya dipanitiai oleh perwakilan para pesilat dari perguruan-perguruan di berbagai daerah. Tujuan PMF itu sendiri adalah untuk media promosi Pencak Silat sebagai warisan budaya bangsa.  (bsn/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: