500 Motor Antik Ramaikan Pestaporantique Borobudur 2026, Dongkrak Wisata dan UMKM Magelang
- calendar_month 20 menit yang lalu

Pestaporantique Borobudur 2026, ratusan motor antik hadir
BNews-MAGELANG – Ratusan pecinta motor antik dari berbagai daerah di Pulau Jawa, Bali, hingga Sumatera memadati Lapangan Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, dalam gelaran Pestaporantique yang menjadi puncak peringatan Coral Jubilee 35 Tahun Magelang Motor Antique Club (MACMAG).
Tak kurang dari 500 motor antik dari berbagai merek dan tahun produksi dipamerkan dalam kegiatan tersebut. Mulai dari motor keluaran tahun 1927 hingga berbagai koleksi langka seperti BSA, Norton, AJS, Jawa, Zündapp, DKW, serta beragam motor klasik asal Eropa, Amerika, dan Jepang.
Pameran tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sejarah otomotif sekaligus melestarikan kendaraan peninggalan era kolonial yang hingga kini masih terawat dengan baik di Magelang.
Pestaporantique Borobudur Jadi Ajang Edukasi Sejarah Otomotif
Ketua Panitia Pestaporantique, Mustamim, mengatakan kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berkumpul bagi para pecinta motor antik, tetapi juga menjadi media edukasi sejarah kepada masyarakat.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memperkenalkan bahwa Magelang memiliki banyak peninggalan sejarah, termasuk kendaraan-kendaraan antik yang menjadi bagian dari perjalanan bangsa. Karena itu kami memilih Borobudur sebagai lokasi kegiatan agar nilai sejarahnya semakin kuat,” ujarnya.
Menurut Mustamim, para peserta hadir secara sukarela setelah memperoleh informasi melalui media sosial. Mereka datang dari berbagai kota di Jawa, Bali, hingga Sumatera untuk bersilaturahmi sekaligus berbagi pengalaman mengenai perawatan dan pelestarian motor antik.
Pameran Motor Klasik hingga Balap Motor Paling Pelan
Berbagai kegiatan turut memeriahkan Pestaporantique 2026. Selain pameran kendaraan klasik, pengunjung juga dapat menikmati bazar klithikan, hiburan musik dari band-band lokal Magelang, hingga lomba balap motor paling pelan yang menjadi salah satu atraksi paling menarik perhatian.
Lomba tersebut menguji kemampuan peserta dalam menjaga keseimbangan dan mengendalikan motor dengan kecepatan serendah mungkin tanpa menyentuhkan kaki ke tanah.
Dongkrak Pariwisata dan UMKM Borobudur
Penyelenggaraan Pestaporantique juga memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat sekitar.
Banyak peserta memilih menginap di kawasan Borobudur sehingga tingkat hunian homestay meningkat. Di sisi lain, pelaku UMKM turut merasakan manfaat dari meningkatnya aktivitas belanja para peserta maupun wisatawan yang hadir selama kegiatan berlangsung.
Mustamim mengungkapkan, Pestaporantique merupakan penyelenggaraan perdana dalam skala besar dan diharapkan dapat menjadi agenda tahunan.
“Kami berharap ke depan kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin sebagai ajang kopdar nasional pecinta motor antik. Semakin banyak peserta yang hadir, tentu akan semakin meriah sekaligus memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat dan pariwisata Magelang,” katanya.
Juara Balap Motor Paling Pelan Andalkan Pengalaman
Sementara itu, Edi, anggota komunitas MACMAG yang berhasil menjadi juara lomba balap motor antik paling pelan, mengaku senang; dapat mengikuti kompetisi tersebut.
Ia mengatakan tidak melakukan persiapan khusus sebelum perlombaan karena sejak awal hanya berniat memeriahkan acara. Namun, pengalaman bertahun-tahun mengendarai motor antik menjadi modal utama hingga berhasil meraih juara.
“Tidak ada persiapan khusus. Saya memang sudah menyatu dengan motor yang saya gunakan, jadi lebih mudah mengendalikan saat lomba. Yang terpenting bisa ikut meramaikan acara dan bertemu dengan teman-teman sesama pecinta motor antik,” ujarnya.
Melalui gelaran Pestaporantique, komunitas motor antik berharap warisan otomotif klasik tidak hanya tetap lestari, tetapi juga mampu menjadi; daya tarik wisata berbasis sejarah yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal di kawasan Borobudur dan Kabupaten Magelang. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar