Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Rupiah Borobudur Playon 2026 Donasikan Rp600 Juta untuk 10 Desa, Dukung Pengelolaan Sampah

Rupiah Borobudur Playon 2026 Donasikan Rp600 Juta untuk 10 Desa, Dukung Pengelolaan Sampah

  • calendar_month 28 menit yang lalu

BNews-MAGELANG – Gelaran Rupiah Borobudur Playon 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga lari, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat di sekitar kawasan Borobudur. Seluruh dana pendaftaran peserta yang terkumpul, mencapai lebih dari Rp600 juta, akan disalurkan kepada 10 desa untuk mendukung program pengelolaan sampah.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian penyelenggara dalam menggabungkan olahraga, pemberdayaan masyarakat, serta pelestarian lingkungan melalui konsep sport tourism yang berkelanjutan.

Dana Pendaftaran Rupiah Borobudur Playon 2026 Disalurkan ke 10 Desa

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno, mengapresiasi konsistensi Bank Indonesia yang setiap tahun menyelenggarakan Rupiah Borobudur Playon dengan memadukan olahraga, edukasi, pemberdayaan ekonomi, hingga aksi sosial.

“Kami dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia yang selalu konsisten menyelenggarakan kegiatan ini,” kata Sumarno saat Konferensi Pers di Kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu (5/7/2026).

Menurutnya, manfaat penyelenggaraan Rupiah Borobudur Playon tidak hanya dirasakan dari sisi kesehatan masyarakat, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata olahraga.

“Jawa Tengah pertumbuhan ekonominya banyak ditopang konsumsi. Untuk meningkatkan konsumsi tentu saja harus banyak mendatangkan orang dari luar Jawa Tengah,” ujarnya.

Dorong Sport Tourism dan Pemberdayaan Masyarakat

Sumarno menilai Rupiah Borobudur Playon merupakan contoh penyelenggaraan event olahraga yang mampu memberikan manfaat luas.

Selain meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggerakkan pelaku UMKM, penyelenggaraan tahun ini juga memberikan dampak sosial melalui penyaluran dana pendaftaran peserta kepada masyarakat di sekitar kawasan Borobudur.

Bank Indonesia Salurkan Lebih dari Rp600 Juta

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, mengatakan seluruh dana pendaftaran peserta yang terkumpul, dengan nilai lebih dari Rp600 juta, akan disalurkan kepada 10 desa di sekitar Borobudur untuk mendukung program pengelolaan sampah.

“Yang kami peroleh dari pendaftaran pelari itu kira-kira Rp600 juta dan itu akan kami donasikan ke 10 desa untuk program pengolahan sampah,” ujarnya.

Selain lomba lari kategori 5K dan 10K, Rupiah Borobudur Playon 2026 juga menghadirkan puluhan pelaku UMKM binaan Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Berbagai kegiatan pendukung turut digelar, mulai dari edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, perlindungan konsumen, Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS), hingga operasi pasar murah.

Peserta Rupiah Borobudur Playon 2026 Capai 4.000 Pelari

Noor mengungkapkan, antusiasme masyarakat terhadap Rupiah Borobudur Playon terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Jika pada penyelenggaraan perdana tahun 2023 jumlah peserta sekitar 2.000 pelari, maka pada tahun 2026 meningkat menjadi sekitar 4.000 peserta.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Ajang tersebut juga diikuti jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengikuti kategori lari 5 kilometer; sedangkan Sekda Jawa Tengah Sumarno menyelesaikan rute 10 kilometer bersama ribuan peserta lainnya.

Peserta Nilai Suasana Borobudur Jadi Daya Tarik

Salah seorang peserta asal Yogyakarta, Laras Khalifah, mengaku kembali mengikuti Rupiah Borobudur Playon karena suasana yang ditawarkan; selalu memberikan pengalaman yang menyenangkan. Tahun ini menjadi kali ketiganya mengikuti event tersebut.

“Event ini sangat menyenangkan. Rutenya juga bagus. Kebetulan tadi tidak terlalu panas, suasananya meriah, saya ikut bersama anak saya dan kami sangat menikmati event ini,” ujar Laras.

Menurutnya, selain lokasi yang relatif dekat dari tempat tinggal, suasana kawasan Borobudur yang sejuk menjadi alasan utama dirinya; selalu kembali mengikuti ajang tersebut.

“Selain dekat dari rumah, suasananya juga sejuk dan menyenangkan. Itu yang membuat saya tertarik ikut lagi,” katanya. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less