PHK Massal dan Akhir Kompas Sport Pagi: Dunia Media dalam Krisis
- calendar_month Kam, 1 Mei 2025

tangkapan layar video Presenter senior, Gita Maharkesri, tak kuasa menahan air mata saat membawakan siaran terakhirnya
BNews-NASIONAL– Industri media kembali menghadapi ujian berat di tengah ketidakpastian era digital.
Salah satu kabar mengejutkan datang dari Kompas TV yang resmi menghentikan penayangan program andalannya, Kompas Sport Pagi, setelah hampir 12 tahun mengudara.
Penghentian program ini menjadi bagian dari gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran yang sedang terjadi di internal stasiun televisi nasional tersebut.
Program Kompas Sport Pagi dikenal luas sebagai salah satu tayangan olahraga yang konsisten menghadirkan informasi aktual dan mendalam setiap pagi.
Namun, kini program itu harus berhenti di tengah jalan sebagai dampak dari kebijakan restrukturisasi perusahaan.
Momen perpisahan program ini pun menjadi sorotan publik.
Dalam siaran terakhirnya, presenter senior Gita Maharkesri tampak tak kuasa menahan tangis saat menyampaikan pesan perpisahan kepada pemirsa.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
“Tak terasa inilah akhir perjalanan panjang Kompas Sport Pagi… Terima kasih atas setiap dukungan dan kritik dari pemirsa setia kami,” ucap Gita dengan suara bergetar.
Potongan video siaran tersebut dengan cepat menyebar di media sosial.
Warganet membanjiri kolom komentar dengan ungkapan simpati dan rasa kehilangan atas berakhirnya program yang telah menemani pagi mereka selama lebih dari satu dekade.
Banyak netizen mengungkapkan rasa hormat atas dedikasi tim redaksi dan presenter yang selama ini menjalankan program tersebut dengan profesional.
Menurut informasi yang beredar di internal industri media, penghentian program ini bukanlah semata keputusan redaksional.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi efisiensi dan restrukturisasi bisnis yang sedang dijalankan Kompas TV.
Sejumlah karyawan, baik dari tim produksi maupun redaksi, dilaporkan turut terdampak kebijakan ini.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Keputusan ini mencerminkan tantangan serius yang tengah dihadapi media konvensional di era digitalisasi.
Penurunan pendapatan iklan, perubahan perilaku konsumsi informasi masyarakat, serta persaingan dengan platform digital menjadi pemicu utama krisis ini.
PHK massal yang terjadi di Kompas TV bukanlah kasus pertama.
Sejak tahun 2023, berbagai perusahaan media besar di Indonesia, bahkan secara global, telah mengambil langkah serupa sebagai bentuk bertahan di tengah disrupsi digital.
Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran publik atas masa depan jurnalisme berkualitas di Indonesia.
Pasalnya, pemangkasan tenaga kerja dan penghentian program informatif dapat berdampak pada menurunnya ragam dan kualitas informasi yang diterima masyarakat.
Para pengamat media menilai bahwa transformasi digital menjadi satu-satunya jalan keluar bagi media konvensional agar tetap relevan dan berkelanjutan.
“Tanpa transformasi yang tepat dan cepat, media konvensional berisiko terus kehilangan daya saing,” demikian salah satu pandangan yang berkembang di kalangan praktisi media.
Jika ekosistem media tidak segera beradaptasi dengan kebutuhan zaman, maka PHK dan penutupan program informatif seperti ini akan terus berulang.
Kompas Sport Pagi mungkin telah usai, namun perpisahan ini menyisakan pelajaran penting tentang dinamika industri media dan urgensi inovasi di era digital. (*)
About The Author
- Penulis: Pemela



Saat ini belum ada komentar