Potensi Bahaya Merapi Berubah, Ratusan Pengungsi di Mertoyudan Magelang Kembali ke Rumah

BNews—MERTOYUDAN— Ratusan pengungsi Gunung Merapi di Tempat Pengungsian Akhir (TEA) Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, kembali ke rumah masing-masing pada Senin (1/2/2021) pagi.

Para pengungsi yang berasal dari Dusun Babadan 1, Desa Paten, Kecamatan Dukun, memilih kembali ke rumah. Usai BPPTKG mengubah rekomendasi daerah bahaya erupsi Merapi.

”Kemarin kita sudah rapat ya dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Banyurojo, Pemdes Paten, Perwakilan pengungsi dan BPBD Kabupaten Magelang. Memang ada kesepakatan untuk pulang,” kata Kepala Desa Banyurojo, Iksan Maksum, Senin (1/2/2021).

Dia menjelaskan, kesepatan kepulangan pengungsi itu berawal dari perubahan rekomendasi daerah bahaya erupsi Merapi. Yang mana saat ini arah potensi bahaya ke barat daya.

”Dari Merapi itu kan (potensi bahaya) mengarahnya bukan ke barat laut tapi ke barat daya ya. Mereka menganggap itu lebih aman meskipun kepulangan itu sementara,” jelas dia.

Terkait sekat- sekat di barak pengungsian, kata Iksan, akan tetap dipasang hingga masa tanggap darurat selesai atau status Merapi diturunkan. Jadi sifatnya tetap berjaga-jaga bila nanti warga Babadan 1 harus mengungsi kembali.

Download Aplikasi BorobudurNews (Klik Disini)

”Mungkin hari ini, besuk kita bersihkan, setelah itu ya kita tutup dikunci. Sementara untuk logistik hingga kini masih disisakan, bila sewaktu-waktu (pengungsi) harus turun lagi,” ujar dia.

Lebih lanjut, Iksan menyampaikan bahwa jumlah pengungsi yang pulang hari ini sebanyak 265 jiwa. ”(Jumlah) masih sama seperti saat mereka datang meski mungkin (saat mengungsi) kadang ada yang pulang (sebentar) untuk mengurusi ternak, tanaman dan sebagainya,” jelas dia.

(foto: istimewa)

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magelang, Pranowo mengungkapkan, para pengungsi ingin pulang secara mandiri. Karena situasi saat ini, ancaman erupsi merapi sudah sedikit bergeser ke arah barat daya.

“Sehingga ingin pulangnya pengungsi ini, kita perhatikan dengan catatan bila sewaktu-waktu ada erupsi yang membahayakan bisa kembali lagi ke sini,” ungkapnya.

Dia pun mengimbau para pengungsi yang kembali ke rumah masing-masing agar tetap waspada. Bila sewaktu-waktu terjadi erupsi Merapi yang cukup besar, agar segera mempersiapkan diri untuk kembali ke pengungsian.

Sebagai informasi, 265 pengungsi yang kembali ke rumah masing-masing tersebut terdiri dari 108 laki-laki dan 157 perempuan. Dengan rincian tiga ibu hamil, 44 balita, 41 lansia, dua difabel, 47 anak-anak dan 128 dewasa. (mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: