Pria Membusuk Penuh Lalat dan Belatung Gegerkan Warga Gunungkidul

BNews—JOGJAKARTA— Warga Pedukuhan Banaran, Kalurahan Playen, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul digegerkan dengan penemuan sesosok mayat membusuk di sebuah rumah. Diketahui, identitas jasad tersebut adalah Jupari, 53, warga Jalan Candi Kalasan, Duren Jaya, Bekasi Timur, Bekasi, yang tinggal di Banaran.

Peristiwa penemuan mayat ini terjadi pada Sabtu (24/4) sekitar pukul 09.30WIB. 

Kapolsek Playen, AKP Hajar Wahyudi mengungkapkan, Sabtu pagi (24/4) sekitar pukul 09.30WIB, kerabat korban yang bernama Sukarjan, 63, mencium bau busuk di sekitar rumah korban. Lelaki ini lantas memanggil tetangganya, Agus Riyon, (58, memberitahukan perihal bau busuk yang menyengat tersebut.

”Baunya memang cukup menyengat, 50 meter dari rumah tersebut sudah tercium bau busuk,” ujarnya, Sabtu, di lokasi kejadian.

Agus lantas berusaha mencari sumber bau busuk yang menyengat tersebut. Saksi memutuskan untuk masuk ke rumah korban melalui pintu depan.

Kebetulan pintu depan rumah korban terkunci. Sehingga keduanya memutuskan masuk melalui pintu samping.

Agus bisa masuk melalui pintu samping karena kebetulan sedikit terbuka dan tidak dikunci. Kemudian keduanya masuk ke dalam rumah.

Mereka mendapati posisi korban terlentang di atas tempat tidur dengan posisi kepala sampai Pantat di tempat tidur. Sementara kaki di bawah menjuntai ke lantai.

”Korban mengeluarkan bau busuk sudah dipenuhi lalat,” paparnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Agus lalu memberi tahu Sukarjan dan meminta bantuan warga sekitar untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Playen. Mendapat laporan tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan puskesmas setempat untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

Hasil Pemeriksaan Puskesmas Playen I yang dipimpin dr Jolanda menyebutkan korban diperkirakan sudah meninggal kurang lebih 48 jam-72 jam. Korban mengeluarkan bau busuk dan di dalam mata korban sudah ada belatung.

Di belakang kepala korban terdapat luka lebar 3-5 sentimeter. Dan luka tersebut dipenuhi belatung.

Saat ditemukan, warna kulit berubah abu abu kehijauan, perut sudah membesar, melempuh dan tubuh kaku. Kemungkinan penyebab kematian korban sudden death dan korban memang sering berobat.

Di dekat tubuh korban ditemukan obat Paramex. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan/ penganiayaan sehingga disimpulkan korban meninggal karena sakit.

”Korban Mempunyai riwayat sakit paru-paru basah dan tinggal di rumah seorang diri,” tambahnya.

Jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga korban dan Pamong Kalurahan Playen. Proses penguburan tetap dilaksanakan secara protokol kesehatan Covid-19. (ifa/han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: