Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Puluhan Warga Kalikuto Grabag Terima UGR Tol Jogja–Bawen, Total Rp32,49 Miliar

Puluhan Warga Kalikuto Grabag Terima UGR Tol Jogja–Bawen, Total Rp32,49 Miliar

  • calendar_month Sel, 16 Des 2025

BNEWS—MAGELANG— Puluhan warga Desa Kalikuto, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang menerima uang ganti rugi (UGR); tanah yang terdampak proyek pembangunan Jalan Tol Yogyakarta–Bawen, Senin (15/12/2025).

Pembayaran UGR tersebut merupakan bagian dari pengadaan tanah untuk pembangunan infrastruktur strategis nasional di wilayah Magelang.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah Jalan Tol Yogyakarta–Bawen II Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR); Moh. Fajri Nukman, mengatakan bahwa pembayaran UGR periode pertama di Kecamatan Grabag sejatinya mencakup tiga desa.

Namun, lanjutnya pada tahap ini baru dua desa yang menerima pembayaran.

“Untuk Purwodadi memang susulan sifatnya karena ini cuman dua bidang. Total 52 bidang senilai Rp 32,49 miliar. Untuk luas 2,28 hektare,” kata Fajri di sela kegiatan pembayaran UGR yang berlangsung di Kantor Desa Kalikuto.

Fajri menyampaikan, hingga Senin (15/12/2025) progres pembangunan Jalan Tol Jogja–Bawen secara keseluruhan telah mencapai 69,03 persen. Capaian tersebut terbagi dalam beberapa seksi pembangunan.

Rinciannya, seksi 1 telah mencapai 98,73 persen, seksi 2 sebesar 93,18 persen, seksi 3 mencapai 82,64 persen, seksi 4 sebesar 62,87 persen, seksi 5 baru mencapai 23,48 persen, dan seksi 6 telah mencapai 96,62 persen.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

“Untuk di sini seksi 5 wilayah Magelang,” jelasnya.

Di antara puluhan warga penerima UGR, Khamid, warga Dusun Ngencek, Desa Kutosari, Kecamatan Grabag, menjadi penerima dengan nominal terkecil, yakni sekitar Rp11 juta.

UGR tersebut diberikan sebagai ganti rugi atas tanah sawah milik Khamid yang terdampak pembangunan tol dengan luas sekitar 8 meter.

Meski nominal UGR yang diterima tidak terlalu besar, Khamid mengaku tetap merasa senang dan bersyukur.

“Kalau yang diterima saya jumlahnya tidak terlalu luas, hanya nyerempet sedikitlah. Nanti saya gunakan untuk biaya pendidikan anak,” kata Khamid.

Khamid menambahkan, sebelumnya ia tidak menyangka lahan sawah yang biasa ditanami palawija dan sayuran akan terdampak proyek pembangunan jalan tol.

Menurutnya, lokasi sawah tersebut cukup jauh dari permukiman warga, namun berada di dekat jalan usaha tani di wilayah setempat.

Seperti warga lainnya, Khamid juga harus melalui proses administrasi yang cukup panjang dengan melengkapi berbagai dokumen persyaratan sebelum UGR dapat dicairkan.

“Prosesnya juga lama sekitar dua tahun untuk melengkapi surat suratnya,” pungkasnya. (*)

About The Author

Embed HTML not available.
  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less