Ragam Tren Kehamilan yang Digemari Generasi Milenial

BNews—MAGELANG— Kehamilan menjadi momen yang sangat dinanti oleh sebagian pasangan suami istri. Bila ditanya soal persiapan, mental dan fisik tentunya yang paling diutamakan untuk menjaga sang ibu dan janin dalam kandungan.

Pada generasi milenial, terdapat tren kehamilan yang digemari dan sangat berbeda dengan generasi baby boomer. Dari mengetahui jenis kelamin hingga menyewa bantuan pascapersalinan.

Berikut empat tren kehamilan yang digemari generasi milenial.

Meneliti semua hal

Calon orangtua milenial sangat bergantung pada teknologi selama masa kehamilan. Melalui teknologi yang terus berkembang, ibu merasa kehamilan lebih aman dan nyaman.

Semua informasi yang dibutuhkan oleh ibu hamil, mulai dari nutrisi dan kebiasaan yang perlu dilakukan ibu hamil. dicari demi masa kehamilan yang lebih tenang. Sementara orangtua di generasi boomer memilih menjalani masa kehamilan secara alamiah dengan tanda-tanda fisik yang dialami.

Melakukan banyak tes

Ada sejumlah tes dan sonogram yang dilakukan oleh generasi milenial selama masa kehamilan. Dengan demikian, ibu generasi milenial bisa memastikan kondisi organ dalam bayi. Meski demikian, pemeriksaan ini dapat menimbulkan rasa khawatir dan cemas bagi ibu.

Sementara pada generasi boomer hanya menerima satu atau dua tes dan pemindaian dalam kehamilan. Untuk itu, kebanyakan ibu generasi baby boomer tidak mendapatkan stres berlebihan dengan hasil pemindaian.

Mencari tahu jenis kelamin dan dirayakan

Menurut data terbaru dari YouGov Omnibus, sekitar dua pertiga milenial yang disurvei mengatakan bahwa mereka akan tertarik untuk mempelajari jenis kelamin bayi mereka sebelum lahir. Sementara, 31 persen dari usia 18 hingga 34 tahun yang disurvei mengatakan bahwa pesta pengungkapan gender itu “menyenangkan,”.

Menggunakan jasa pengasuh tambahan

Kebanyakan ibu generasi milenial meminta bantuan jasa pengasuh tambahan untuk mengurus bayi pascamelahirkan. Mereka memilih bantuan jasa pengasuh dan membayar lebih dibandingkan mengurus anak sendiri.

Berbeda dengan generasi baby boomer yang melibatkan satu desa untuk mengurus anak. Warga desa berbondong-bondong bersedia membantu mengurus satu anak yang lahir. (mta)

Sumber: Fimela

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: