Menteri Perindustrian Pastikan PT Sido Agung Farm Tempuran Lolos Kajian

BNews–TEMPURAN– Pabrik Pakan Ternak PT Sido Agung Farm Tempuran lolos kajian terkait dampak keberadaan industrinya.

Hal itu disampaikan saat manajemen PT Sidoagung Farm melakukan meeting daring dengan Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita kemarin siang (22/6/2020).

Direktur Operasional PT Sido Agung Tempuran, Asrof Nawawi mengatakan bahwa meeting tersebut diprakasai langsung oleh Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industria (BPTPPI) Semarang. Dalam rapat tersebut, pihaknya menyampaikan laporan terkait keberadaan pabrik sido agung farm di Tempuran Magelang.

“Kami sampaikan juga ucapan terima kasih kepada Menteri Perindustrian dan BPTPPI atas rapat tersebut. Kami sampaikan upaya-upaya atau langkah kami untuk mencegah pencemaran industri baik debu maupun bau,” kata Asrof.

Saat penyampaian laporan tersebut, pihak Sido Agung Farm didampingi oleh konsultan dari BPTPPI Semarang. “Jadi untuk limbah debu pencegahan pencemarannya yang mungkin menyebar kepada masyarakat ini sudah tidak terjadi. Kita sudah memasang beberapa alat yang sudah pernah kita sampaikan beberapa waktu yang lalu,” ungkapanya.

DPD PKS Magelang Ramadhan

“Dan alat alat itu berfungsi secara baik. Ada dasfilter ada dascleaner, ada jaring ada terpal penutup. Ini semuanya berfungsi dengan baik sehingga debu ini sudah tidak berterbangan ke masyarakat sekitar,” ujarnya.

Kemudian limbah berikutnya, lanjut Asrof adalah terkait pencemaran terhadap bau. “Dalam hal ini pihak BPTPPI Semarang telah mengevaluasi apa yang sudah dilakukan oleh kita,” ujarnya.

Pada awalnya, menurutnya oihaknya sudah memasang alat wetscraber, jadi alat ini berfungsi penyaring bau dengan sistem wetscraber. Kemudian wetscraber itu setelah dianalisa dan dievaluasi ini kurang efektif sehingga mereka melakukan uji emisi lagi.

“Memang uji emisi itu hasilnya semua dibawah ambang batas. Tetapi kami ingin memberikan udara yang sebaik mungkin kepada masyarakat, meminimalisir dampak dari pabrik ini. Kemudian kami memberikan advis yang pertama peninggian cerobong uap, cerobong uap sudah kita tinggikan setinggi 68 meter atau 2,5 kali tinggi bangunan disekitarnya. Ini sudah terpasang semuanya sudah selesai,” paparnya.

Kemudian pihaknya juga membuat desain filter udara yang keluar dari mesin pressnya dengan sistem dray filter. Mereka membuatkan desainnya dengan mengukur semuanya seberapa uap yang dihasilkan seberapa besar pipa pipanya semuanya dan seberapa besar filter yang dibutuhkan.

“Akhirnya mereka membuat desain dengan pengawasan dan pendampingan oleh BPTPPI. Hal ini juga sudah dicek oleh DLH di Kabupaten  Magelang, bahwa upaya itu sudah terselesaikan,” ungkap Asrof.

Semua itu, lanjutnya sudah dilaporkan kepada Menteri Perindustrian dalam rapat tersebut. “ Mungkin ini yang titik berat kami, bahwa kita sudah siap untuk melakukan uji coba semua itu lagi termasuk saat operasional. Pada saat non operasional kita sudah ujicoba semuanya baik,  berjalan sesuai dengan semestinya. Tapi kita perlu membuktikan bahwa pada saat operasional dengan kapasitas yang kita targetkan ini mampu betul-betul meredam bau yang mungkin bisa timbul karena dari pabrik ini,” terangnya.

Dia juga mengaku telah mengirim surat laporan tersebut kepada Sekda dan Bupati Magelang. “Kemarin sudah, namun besok kami akan berkirim surat kembali. Dan besok akan kami tembuskan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah,” akunya.

Kenapa ditembuskan kepada mereka, Asrof menambahan karena beberapa waktu sebelumhya Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah meminta laporan kepadanya. “Mereka minta laporan apa kendala kami di lapangan,” ungkapnya.

Asrof berharap, dengan surat berikutnya tersebut berharap Bupati Magelang segera bisa memberikan ijin untuk beroperasi kembali. Hal ini karena masyarakat sekitar yang membutuhkan pekerjaan hari ini cukup banyak. Mereka sudah datang meminta pekerjaan, kemudian ternak sekarang juga disini harga cukup tinggi, ayam mahal, telur juga mahal,” harapnya.

“Semoga harapan kami kepada Pemerintah Daerah khususnya melalui Bupati Magelang, pabrik ini bisa segera dioperasikan kembali. Bisa menyediakan pakan untuk masyarakat, peternak-peternak disekitar, juga bisa segera menampung jagung dan katul yang dihasilkan oleh petani-petani kita,” pungkansya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: