Ratusan Bonsai Berbagai Kelas Nasioal Di Pamerkan Di Borobudur Magelang
- calendar_month Jum, 10 Jun 2022

Seorang pengunjung saat menikmati dan melihat tanaman bonsai di Borobudur
BNews–MAGELANG– Ratusan tanaman bonsai hias berbagai kelas di pamerkan dan dikonteskan di Lapangan Tuksongo Desa Tuksongo Borobudur Magelang. Ajang tersebut merupakan tingkat nasional yang digelar oleh Perhimpunan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) cabang Magelang.
Total ada 808 bonsai berbaai kelas dipamerkan. Mulai kelas prospek, pratama, madya dan utama yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Pameran kali ini bertajuk Laras Roso Bhumi Syailendra. Dan akan berlangsung mulai 9-12 Juni 2022 mendatang yang bisa di tonton masyarakat umum secara gratis.
Ketua panitia Andri Topo mengungkapkan pameran ini juga untuk menyelaraskan kesinambungan antara manusia dengan alam semesta. Tidak hanya itu, unsur edukasi menjadi satu yang ditonjolkan.
“Itu yang ingin kami munculkan sebagai magnet pariwisata dan monumen perdamaian,” ujarnya usai pembukaan pameran, Kamis (9/6/2022).
Dia menyebutkan, ada empat kelas atau kategori kontes bonsai. Yakni kelas prospek, pratama, madya, dan utama.
“Untuk penilaian kelas prospek hanya pada gerak dasar. Dinilai dari akar hingga batang. Sementara kelas pratama, madya, dan utama ada empat kriteria penilaian,” terang Andri.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Pertama, penampilan yang meliputi proporsi, komposisi, anatomi, dimensi, arah cabang, dan lain-lain. Kedua, gerak dasar.
“Setiap pohon mempunyai karakter masing-masing. Setidaknya ada 20 gerak dasar dalam ilmu bonsai,” jelasnya.
Kemudian, penilaian ketiga yakni keserasian. Terutama terkait dengan keserasian antara pot, warna, media, dan kesantunannya. Penilaian terakhir terkait pematangan. Dari keempat kriteria penilaian tersebut, dapat dirangkap menjadi dua, yakni rasa dan logika.
“Bagaimana perasaan seseorang ketika melihat bonsai, tentang teknis perantingannya seperti apa,” papar Andri.
Sementara itu ketua PPBI Cabang Magelang Budi Sudarmono mengungkapkan acara ini untuk lebih mengenalkan seni bonsai untuk masyarakat. Khususnya bagi para pecinta bonsai di Kabupaten maupun Kota Magelang.
“Hal ini karena di dalam seni bonsai ini akan luas, bisa untuk menghibur maupun ekonomi juga. Terserah nanti menangkapnya seperti apa,” ungkapnya.
Ditanya terkait kegiatan ini jika rutin diadakan, Budi mengaku jika selama pihaknya mampu memang bagus jika sering diadakan. “Hal ini juga bisa sebagai edukasi agar bisa tahu persis atau memahami tentang bonsai juga. Jangan sampai kita investasi tinggi tetapi tidak tahu arahnya, jadi acara ini bisa menambah wawasan soal bonsai,” tegasnya.
Kepala Desa Tuksongo Mohamad Abdul Karim mengapresiasi dan mendukung penyelenggaraan pameran dan kontes bonsai tingkat nasional di desanya. Dia berharap, kegiatan ini bisa dijadikan event tahunan.
“Animo masyarakat juga cukup baik, terlebih banyak pecinta bonsai di desa sini. Semoga bisa diadakan setahun sekali dan Desa Tuksongo bisa terkenal dengan pusatnya bonsai di Borobudur,” tambahnya.







About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar