Ratusan Kicau Mania Padati Lomba Burung Berkicau Kades Dukun Cup 2 di Magelang
- calendar_month Ming, 28 Sep 2025

Lomba Burung Berkicau Kades Dukun Cup 2 Hadirkan 24 Kelas
BNews—MAGELANG— Ratusan kicau mania dari berbagai daerah memadati Gantangan Rejosari, Pasar Desa Dukun, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Minggu (28/9/2025). Mereka hadir dalam gelaran Lomba Burung Berkicau Kades Dukun Cup 2 yang menjadi ajang bergengsi bagi pecinta burung berkicau.
Ajang ini terselenggara atas kerja sama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Desa Dukun, dan Pengelola Gantangan Rejosari.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, Supriyanto, menegaskan lomba ini bukan sekadar adu kicau.
“Kami mendukung kegiatan positif yang bukan hanya menjadi ajang silaturahmi pecinta burung, tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan dan kelestarian satwa,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Dukun, Tanto Heryanto atau dikenal Tanto Bumi Sulfatara, menyampaikan kebanggaannya atas antusiasme warga.
“Event ini membuktikan bahwa desa bisa menjadi pusat kegiatan kreatif yang menarik minat masyarakat luas. Selain menyalurkan hobi, kegiatan ini juga menggerakkan ekonomi lokal melalui UMKM sekitar lokasi,” katanya.
Dari sisi teknis, Lilik Indarto Lilik Ndaru selaku pengelola Gantangan Rejosari mengungkapkan kompetisi kali ini melombakan 24 kelas, mulai dari Murai Batu, Anis Merah, Sogon, Kenari, Cucak Hijau dan lainnya.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
“Kami ingin memberikan wadah yang fair dan kompetitif. Dengan beragam kelas, peserta bisa menyalurkan hobi sekaligus menguji kualitas burung mereka,” jelasnya.
Selain menjadi hiburan, lomba ini juga membawa pesan penting tentang pelestarian satwa. Burung kicau yang terawat dengan baik bukan hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mencerminkan kepedulian pemiliknya terhadap keseimbangan ekosistem.
Dengan adanya pengawasan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, ajang ini diharapkan mampu menjadi contoh bahwa hobi bisa berjalan seiring dengan praktik pemeliharaan satwa yang bertanggung jawab.
Tak kalah penting, kegiatan ini menjadi stimulus ekonomi masyarakat desa. Ratusan peserta dan penonton yang hadir memberikan dampak positif bagi pedagang kecil di sekitar lokasi, mulai dari penjual pakan, aksesoris burung, hingga kuliner lokal.
Inilah bukti bahwa lomba burung berkicau tidak hanya mengangkat hobi, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi rakyat di akar rumput.
Gelaran Kades Dukun Cup 2 ini menjadi bukti bahwa komunitas kicau burung masih memiliki daya tarik kuat sekaligus menghidupkan semangat kebersamaan di tingkat desa hingga provinsi. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar