Rombongan Wisatawan dari Zona Merah Tidak Boleh Masuk Gunung Kidul

BNews–JOGJA– Pemkab Gunung Kidul mempertegas aturan kepada wisatawan yang datang kewilayahnya. Pasalnya, liburan idul adha ini banyak wisatawan luar daerah masuk ke wilayahnya saat uji coba penerapan adaptasi baru di tempat wisata.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul Harry Sukmono mengakui adanya lonjakan jumlah wisatawan pada libur Iduladha ini. “Selama dua hari libur Idul Adha pada jumat hingga Sabtu kemarin setidaknya ada sekitar 19.000 orang wisatawan yang masuk ke sejumlah tempat wisata di Gunungkidul,” katanya dikutip suara (2/8/2020).

Hary mengakui, sebagian besar wisatawan memang masih memilih pantai untuk berlibur. Dan diketahui bersama hampir semua pantai di wilayah Gunungkidul sudah melakukan uji coba penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Hanya tinggal pantai Ngedan saja yang belum melakukan uji coba AKB tersebut.

“Memang belum semuanya dibuka karena masih masa uji coba,” imbuhnya.

Masih ada beberapa objek wisata di Gunungkidul yang belum melakukan uji coba penerapan new normal. Di antaranya Gua Pindul, Gua Jomblang, Gunung Gentong, Gunung Gambar, Hutan Wonosadi dan Pantai Ngedan. Uji coba tersebut sebenarnya berdasarkan kehendak masing-masing pengelola.

Hari menambahkan, uji coba pariwisata Kabupaten Gunungkidul sebenarnya sudah berakhir pada 31 Juli lalu. Meskipun demikian, Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul memutuskan memperpanjang masa uji coba hingga 31 Agustus 2020 karena memang Pemda DIY juga memutuskan memperpanjang masa darurat Covid-19.

“Perpanjangan ini tak lepas dari instruksi Pemda DIY, yang juga memperpanjang masa tanggap darurat hingga 31 Agustus. Prinsipnya tetap dengan protokol kesehatan sesuai prinsip AKB,” katanya.

DOWNLOAD MUSIK KEREN (KLIK DISINI)

Menurutnya, ada tambahan aturan yang harus ditaati oleh wisatawan. Aturan tersebut adalah larangan kunjungan dalam bentuk rombongan besar yang berada dari zona merah. Terutama yang datang menggunakan kendaraan bus.

Namun demikian, ada sedikit kelonggaran, di mana jika hanya satu bus, asal memenuhi ketentuan, masih bisa masuk. “Tapi kalau lebih dari dua bus besar maka tidak diperbolehkan untuk masuk ke area objek wisata,” tambahnya.

Selain itu, pihaknya juga mewajibkan wistawan untuk mengisi data diri ke aplikasi Visit Jogja. Untuk kepentingan tersebut, pihaknya sudah menyiapkan petugas jaga di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR).

Menurutunya, Petugas ini juga akan melakukan pemantauan terhadap wisatawan. “Mereka nantinya akan membantu pengunjung yang belum mengisi data ke aplikasi. Data ini sangat penting,”ungkapnya.

Menurutnya, petugas ini juga disiapkan, mengingat sejumlah titik destinasi masih mengalami masalah jaringan telekomunikasi atau sinyal. Kendati begitu, Harry berharap wisatawan secara mandiri melakukan pendataan tersebut.

Terpisah, Kepala Dispar Gunungkidul Asti Wijayanti memandang, perpanjangan masa uji coba ini bertujuan untuk makin memantapkan protokol kesehatan di destinasi wisata. Sebab, efektivitas penerapan protokol kesehatan masih diperlukan, mengingat masih ada pengunjung yang tidak disiplin. Sosialisasi akan terus dilakukan hingga aturan AKB terpenuhi.

“Terlepas dengan adanya aturan baru, Dispar tetap melakukan pembatasan jam operasional dan jumlah kunjungan per destinasi wisata setiap harinya, dan kita tidak buka setiap hari, Senin kita manfaatkan untuk bersih-bersih dan penyemprotan disinfektan,” terangnya.

Kepala Seksi Pengendalian dan Operasi Dinas Perhubungan Gunungkidul Bayu Susilo Aji menambahkan, Dishub sebelumnya sudah memprediksi akan adanya peningkatan arus wisatawan. Meskipun sebenarnya wisatawan tersebut masih banyak yang lokal alias dari seputaran DIY saja.

Untuk antisipasi lonjakan arus kendaraan selama libur Idul Adha ini, Dinas Perhubungan Gunungkidul telah menempatkan petugas pada beberapa titik jalur menuju objek wisata. Terutama wisata pantai. Mereka juga melaksanakan patroli monitoring lalu lintas dan perparkiran.

“Kita pantau fasilitas jalan terutama APPIL agar jika terjadi kerusakan maupun rekayasa lalin jika terjadi antrean,” ungkapnya. (*/islh)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: