Sampah di Kota Magelang Menurun 10 Ton Perhari Akibat Covid-19

BNews—MAGELANG— Dibalik pandemi covid-19, jumlah sampah di Kota Magelang diklaim menurun. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang mencatat terjadi penurunan produksi sampah dari 46-48 ton menjadi 39-41 ton perhari.

Pelaksana tugas (Plt) DLH Kota Magelang Otros Trianto menjelaskan, fenomena penurunan produksi sampah tidak lepas dari status Kejadian Luar Biasa yang diterapkan sejak tiga pekan lalu. Penurunan tersebut dipangaruhi faktor kebijakan physical distancing dan imbauan masyarakat untuk tetap di rumah saja.

”Termasuk Faktor penurunan aktivitas rumah tangga, tempat kuliner dan pasar juga berkurang yang biasanya menyumbang kantong plastik juga berkurang,” jelas Otros, Jumat (17/4).

Meski masyarakat diminta di rumah saja atau Work From Home (WFH), namun khusus pasukan orange tetap bekerja membersihkan sampah. Artinya, seluruh pesonel sejumlah 213 personel ditambah 72 personel pengangkut sampah tetap bekerja. Hal tersebut diupayakan agar masalah klasik ’sampah’ yang berpotensi mengganggu keindahahan kota segera terselesaikan saban harinya.

”Saat bekerja, mereka wajib mengenakan alat pelindung diri, seperti masker, sarung tangan, dan sepatu boots. Setelah selesai tugas, mereka harus cuci tangan dan kaki pakai sabun, serta disarankan mandi di TPS-3R di Magersari sebelum pulang ke rumah.

Masih menurut Otros, produksi sampah itu diukur dari volume sampah di depo sejak Januari-Maret 2020. Saat kondisi normal, produksi sampah bisa mencapai 46-48 ton perhari.

”Setelah ada covid-19 ini, produksi sampah menjadi 39-41 ton perhari,” imbuh dia.

Kasubbag TU UPT TPA Kota Magelang Primada Tri Laksana menyebutkan, volume sampah yang dikirim ke TPA sangat fluktuatif. Secara akumulasi sampah di bulan Januari sebesar 1.916 ton, Februari 2.246 ton dan Maret 2.232 ton.

”Penurunan volume sampah mulai terlihat terpantau di tanggal 1-13 April,  volume sampah yang masuk ke TPA sekitar 782 ton,” Imbuh Primada. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: