Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Seabad Pembangunan Water Toren Kota Magelang, Ternyata Berawal dari Wabah Penyakit

Seabad Pembangunan Water Toren Kota Magelang, Ternyata Berawal dari Wabah Penyakit

  • calendar_month Jum, 16 Jun 2023

BNews–MAGELANG– Sebuah bangunan kokoh di sudut Kota Magelang bisa membuat orang yang melintas serasa terbawa kembali ke masa lampau. Bangunan itu menyerupai kompor raksasa yang berwarna biru dengan setiap sisinya masih kokoh, tak terkikis meski usianya sudah lebih dari 100 tahun.

Bangunan itu adalah water toren atau menara air di sisi barat Alun-alun. Bangunan sisa peninggalan Belanda itu masih berfungsi hingga sekarang.

Water toren itu memiliki tinggi 26.140 meter dan diameter bak airnya 22.46 meter. Daya tampungnya bisa mencapai 1.750 meter kubik air. Bak air raksasa itu juga memiliki 32 tiang penyangga di bagian tengahnya dan di bagian bawahnya terdapat 16 ruangan.

Pegiat Komunitas Kota Toea Magelang Bagus Priyana mengatakan water toren itu dibangun Genie atau Zeni dari militer Belanda sejak 1916 sampai 1920. Sebelum water toren dibangun, kebutuhan air bersih bagi warga Magelang dipenuhi dari beberapa mata air, sumur atau Kali Manggis dari Sungai Progo.

“Dulu airnya masih bersih,” kata Bagus saat ditemui Tempo di kediamannya, Jumat, 9 Juni 2023.

Sekitar 1915, terjadi bencana saat Kali Manggis di bagian Poncol runtuh. Akibatnya, suplai air bersih menjadi terhambat dan muncul wabah penyakit.

“Waktu itu ada pemerhati kesehatan dari Semarang yang memberi masukan kepada Pemerintah Kota Magelang supaya membuat sistem air bersih dengan mendirikan menara air minum,” kata Bagus.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Menurut Bagus, lokasi tersebut dipilih karena tempatnya paling tinggi di Kota Magelang. Sumber air dari Kalinongko dan Kalegen di Bandongan (Kabupaten Magelang) sejauh 8 kilometer disalurkan melalui pipa.

“Air bersih dari sumber itu dialirkan menggunakan sistem gravitasi,” kata Bagus.

Selanjutnya, air tersebut dialirkan menuju bak penampungan di bagian atas menara dan didistribusikan kepada para pelanggan. Namun belum diketahui pasti kapan tepatnya bak air itu pertama kali beroperasi.

“Tapi ada beberapa sumber yang mengatakan 2 Mei 1920,” kata Bagus. Tanggal tersebut pun dijadikan patokan hari ulang tahun PDAM Kota Magelang.

Hampir setiap kota memiliki menara air. Namun, Bagus menyebut water toren di Kota Magelang ini sebagai yang termegah.

“Tiap kota pasti ada menara air minum, tapi ini termegah, terbagus, dilihat dari sudut manapun bentuknya sama,” kata Bagus.

Bagus pun berharap Pemkot Magelang terus merawat sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya bangunan-bangunan bersejarah di daerahnya. “(Buat) papan informasi supaya mengedukasi masyarakat mengenai sejarahnya seperti apa dan sebagainya,” ujarnya.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang Sugeng Priyadi mengatakan water toren itu telah tercatat sebagai bangunan cagar budaya pada 2020. Pamong Budaya Dikbud Kota Magelang Toni Tri Handoko menjelaskan ada 10 bangunan yang sudah ditetapkan sebagai cagar budaya berdasarkan Keputusan Wali Kota Magelang pada 2020, di antaranya water toren, alun-alun, kantor pos, Tugu Aniem dan Kelenteng Liong Hok Bio. (*/tempo)

About The Author

  • Penulis: Marisa Oktavani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less