Sebulan Lebih Merapi Siaga, PVMBG : Masih Tunjukkan Kecenderungan Erupsi

BNews—NASIONAL–Aktivitas Gunung Merapi telah menyandang status siaga sejak 5 November 2020 atau sudah satu bulan lebih. Penetapan kenaikan status tersebut dilakukan usai terjadi kenaikkan aktivitas vulkanik.

Ketua Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM), Kasbani menyebut, hingga kini aktivitas Gunung Merapi belum mereda.

”Aktivitas vulkanik Gunung Merapi hingga saat ini masih tinggi, semua parameter pemantauan masih menunjukkan kecenderungan untuk erupsi,” kata Kasbani, Rabu (16/12/2020). Dikutip dari Kompas.com.

Meski melihat potensi erupsi, kata Kasbani, PVMBG masih belum bisa memprediksi waktu pastinya erupsi Gunung Merapi terjadi. Ia hanya menyebut bahwa saat ini tingkat bahaya Gunung Merapi masih ada di level III.

”Hingga saat ini, Gunung Merapi masih berada di level III (siaga) dengan potensi ancaman bahaya hingga 5 kilometer dari puncak ke arah selatan, barat daya, dan barat,” ujar dia.

DPD PKS Magelang Ramadhan

Tambah dia, bagi masyarakat yang tinggal atau berada di radius bahaya, lebih berhati-hati dan menaati segala aturan yang ditetapkan.

Sebagai informasi, BPPTKG mengungkapkan hasil pemantauan aktivitas Gunung Merapi, Rabu (16/12/2020) pukul 00.00-24.00 WIB. Yakni terdengar suara guguran sebanyak satu kali dari PGM Babadan.

Selain itu juga terdapat aktivitas kegempaan berupa 18 kali guguran, hembusan 52 kali, Hybrid/Fase banyak 225 kali, vulkanik dangkal 34 kali. Kemudian Low Frequency 2 kali dan gempa tektonik 2 kali.

Pada rentang pantauan tersebut, asap solfatara tidak teramati. Kemudian laju rata-rata deformasi EDM Babadan sebesar 9 sentimeter per hari (dalam tiga hari). (mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: