Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » SEDIH !! Pengusaha Katering di Semarang Tertipu Pesanan 800 Porsi Nasi, Dicancel di Hari H

SEDIH !! Pengusaha Katering di Semarang Tertipu Pesanan 800 Porsi Nasi, Dicancel di Hari H

  • calendar_month Jum, 21 Mar 2025

“Gimana panjengan kok cancel, ini barang sudah saya bikin buk” ungkap korban.

“Gimana dong ini saya mau bayarnya gimana? Masa pakai daun buk” jawab pelaku.

“Lha kemaren pesennya gimana? pesen pepes segitu banyaknya. Saya laporkan jenengan loh ya” ancam korban.

“Laporkan saja lah, kemana saja, terserah ibu” tandas pelaku.

Menurut informasi yang dihimpun korban sudah datang ke Yonif Raider 400 Banyumanik, namun dari pihak Raider tidak merasa memesan, dan komandan Raider menginformasikan bahwa tempat ini sering kena orderan palsu.

“Posisi cancel kita langsung ke sana cuma dari sananya memang ngerasa tidak pesan, dan komandan bilang kalau banyak yang kena orderan palsu” ujar keterangan korban.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Korban juga mengatakan tidak meminta DP lantaran pihak yang memesan menjanjikan korban membayar cash, alhasil korban percaya.

Disamping itu yang memesan merupakan anggota militer, jadi korban tidak berpikiran aneh-aneh.

Alhasil pepes yang dipesan tersebut akhirnya dibagi-bagikan.

Penipuan orderan adalah pesanan palsu yang dilakukan oleh pengguna tidak bertanggung jawab.

Modus ini bisa dilakukan dengan mengatasnamakan lembaga tertentu, seperti instansi militer.

Adapun Ciri-ciri penipuan orderan yaitu tidak ada respons setelah permintaan pengguna berhasil, alamat yang diberikan tidak jelas, pesanan dalam jumlah banyak, tanpa membayar DP, hingga mengatasnamakan instansi.

Cara menghindari penipuan orderan:

  1. Pastikan nomor telepon pemesan melalui aplikasi pihak ketiga
  2. Blokir nomor telepon penipu
  3. Konfirmasi pesanan yang masuk ke Kodim/Koramil terdekat
  4. Pastikan order makanan dalam jumlah banyak yang masuk dari customer bukan modus penipuan
  5. Minta pemesan datang ke lokasi dan membayar DP 50 persen terlebih dahulu sebagai jaminan
  6. Jangan memberikan data-data pribadi seperti foto kartu identitas (KTP, SIM) maupun nomor kartu dan PIN ATM

(*)

About The Author

  • Penulis: Marisa Oktavani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less