Segera Hapus, Google Deteksi 164 Aplikasi Android Palsu Berbahaya

BNews—TEKNO— Google mendeteksi adanya ratusan aplikasi jahat Android yang terdapat di Play Store. Setidaknya ada 164 aplikasi yang di sweeping Google karena menampilkan iklan di luar konteks aplikasi.

Iklan di luar konteks, atau iklan di luar aplikasi, adalah istilah teknis yang relatif baru. Dimana istilah ini mengacu pada iklan di ponsel yang tampil dalam bentuk pop-up atau yang memenuhi layar di luar aplikasi.

Jenis iklan seperti ini telah dilarang di Play Store sejak Februari 2020. Meski telah dilarang bukan berarti pengembang berhenti menyalahgunakan mekanisme ini.

Laporan terbaru dari perusahaan keamanan siber WhiteOps mengatakan 164 aplikasi yang dihapus oleh Google. Tidak hanya menampilkan iklan di luar konteks tapi juga meniru aplikasi populer.

Tidak hanya mencatut nama aplikasi populer seperti Speedtest atau WPS, aplikasi-aplikasi palsu ini juga meniru fungsi dan kegunaannya. Yakni untuk mengelabui pengguna dan mendapatkan banyak unduhan dalam waktu singkat.

Iklan-iklan yang ditampilkan tidak hanya mengganggu tapi juga membuat ponsel menjadi lambat. Secara total, White Ops mengatakan ratusan aplikasi tersebut berhasil mencapai targetnya karena telah diunduh lebih dari sepuluh juta kali sebelum ditemukan dan dilaporkan ke tim keamanan Google.

DOWNLOAD APLIKASI BORBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Daftar lengkap 164 aplikasi yang dihapus oleh Google terlalu panjang untuk dituliskan, tapi bisa dilihat di laporan White Ops berikut ini. Untuk lima aplikasi dengan unduhan paling banyak bisa dilihat di bawah ini:

  1. iSwipe Phone X – lima juta unduhan
  2. DJ Mixer Studio 2018 – satu juta unduhan
  3. Ringtone maker – Mp3 cutter – satu juta unduhan
  4. AppLock New 2019 – satu juta unduhan
  5. Wps Tester – 500 ribu unduhan
  6. Wifi Speed Test – 500 ribu unduhan

Berdasarkan aturan Google, aplikasi-aplikasi nakal ini sudah dihapus semuanya dari Play Store dan telah dinonaktifkan di perangkat pengguna. Tapi pengguna yang sudah mengunduhnya masih harus menghapus aplikasi-aplikasi tersebut secara manual dari ponselnya.

White Ops juga mengimbau untuk berhati-hati saat mengunduh aplikasi baru. Pastikan mengunduh aplikasi dari sumber resmi dan selalu baca ulasannya, tidak hanya ulasan bintang lima, tapi juga ulasan bintang satu dan dua.

Sejak melarang iklan di luar konteks pada Februari 2020, Google sudah menghapus lebih dari seribu aplikasi yang melanggar aturannya. Pada gelombang pertama, pembesut Android ini menghapus 600 aplikasi. Pada Juni dan Oktober 2020, Google kembali mencekal masing-masing 38 dan 240 aplikasi. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: