Selama 24 Jam, Gunung Merapi Luncurkan 40 Kali Guguran Lava
- calendar_month Kam, 11 Mar 2021

Gunung Merapi. (Sumber: internet)
BNews—MAGELANG— Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan bahwa Gunung Merapi mengeluarkan 40 kali guguran lava. Dengan jarak luncur maksimum 1.300 meter ke arah barat daya.
Hal itu berdasarkan pengamatan yang dilakukan sepanjang hari Rabu (10/3/2021) mulai pukul 00.00 WIB hingga 24.00 WIB
Informasi itu diunggah melalui akun twitter resmi @BPPTKG, Kamis (11/3/2021). Dalam unggahannya, BPPTKG juga menjelaskan terkait pengamatan secara visual Gunung Merapi selama 24 jam tersebut.
”Asap warna putih, intensitas tebal dengan ketinggian 100 meter di atas puncak,” tulisan yang dilansir BorobudurNews dari unggahan tersebut.
Untuk laju rata-rata pemendekan EDM Babadan diketahui sebesar 0,1 cm/hari (dalam tiga hari). Sementara untuk aktivitas kegempaan Gunung Merapi yaitu 147 guguran dan 11 kali hembusan.
BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau status Siaga. Sementara untuk potensi bahaya saat ini, berupa guguran lava ada awan panas pada sektor selatan-barat daya.
Meliputi sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal lima kilometer. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak.
”Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya,” lanjutnya.
BPPTKG juga mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi. Kemudian penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.
”Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh lima kilometer dari Puncak Gunung Merapi. Bila terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,” pungkasnya. (mta)
Infografis Laporan Aktivitas Gunung #Merapi periode pengamatan 10 Maret 2021 pukul 00.00—24.00 WIB. #MerapiSiaga sejak 5 November 2020 @vulkanologi_mbg @kabargeologi @KementerianESDM pic.twitter.com/uoE6FJSH82
— BPPTKG (@BPPTKG) March 11, 2021
About The Author
- Penulis: BNews 7



Saat ini belum ada komentar