Selesai Makan Langsung BAB, Kalian Harus Waspada !!! Ini Penjelasannya

BNews–KESEHATAN–Terkadang seseorang selesai makan langsung buang air besar (BAB). Dan apakah perilaku tersebut normal menurut medis atau kesehatan?.

Banyak orang butuh waktu untuk mencerna makanan yang mereka konsumsi. Namun, ada juga yang langsung merasa ingin BAB setelah makan.

Memang betul bahwa BAB diperlukan tubuh untuk membuang zat-zat sisa yang tidak dibutuhkan lagi. Namun, jika Anda selalu ingin BAB setelah makan, Anda patut waspada.

Waktu pencernaan bervariasi dari satu orang dengan orang lainnya. Umumnya, dibutuhkan sekitar 1 hingga 2 hari setelah makan agar makanan melewati tubuh Anda sebagai tinja.

Namun, karena banyak faktor yang terlibat dalam proses pencernaan, sulit untuk memberikan perkiraan waktu pencernaan yang baik. Wanita juga cenderung lebih lambat mencerna makanannya dibandingkan pria.

Seluruh organ sistem pencernaan panjangnya bisa mencapai 30 kaki pada orang dewasa. Sering buang air besar setelah makan mungkin terjadi pada suatu keadaan yang disebut refleks gastrokolik. Refleks gastrokolik, atau respons gastrokolik, adalah reaksi tak sadar yang normal terhadap makanan yang masuk ke perut.

Saat makanan memasuki organ pencernaan, tubuh melepaskan hormon yang menyebabkan usus besar berkontraksi. Kontraksi ini menggerakkan makanan lebih jauh melalui sistem pencernaan, yang dapat menyebabkan keinginan untuk BAB setelah makan.

Loading...
DOWNLOAD MUSIK KESUKAANMU (KLIK DISINI)

Bagi sebagian orang, refleks gastrokolik ini tergolong ringan atau tidak menimbulkan gejala. Namun bagi yang lainnya, refleks gastrokolik sangat kuat, dan keinginan untuk BAB setelah makan bisa sangat parah.

Selain keadaan normal dari refleks gastrokolik yang disampaikan di atas, ada beberapa hal lain yang akan mencetuskan keinginan untuk BAB setelah makan.

Berikut ini beberapa penyebab sering buang air besar setelah makan seperti yang dikutip dari klinik doter :

1. Stimulasi dan Iritasi Karena Zat Tertentu

Ada sejumlah zat yang dapat merangsang buang air besar, misalnya kafein pada kopi dan teh. Tubuh sebagian orang mungkin langsung bereaksi terhadap sedikit kafein, namun ada pula yang tidak. Semua itu tergantung pada tingkat sensitivitas masing-masing individu. Hal yang sama pun berlaku untuk nikotin pada tembakau rokok.

Di samping itu, ada beberapa makanan yang dapat mengiritasi lapisan usus dan memicu buang air besar. Misalnya, makanan pedas dan alkohol. Mirip dengan kafein dan nikotin, pergerakan usus dapat dipicu oleh makanan pedas dan alkohol. Beberapa bahan pengawet dan bahan tambahan makanan juga bisa menyebabkan iritasi.

2. Gastroenteritis dan Enterokolitis

Gastroenteritis dan enterokolitis adalah kondisi peradangan umum pada perut.

Ini juga merupakan penyebab umum diare akut karena kebanyakan kasusnya disebabkan oleh infeksi, terutama infeksi virus. Infeksi lainnya seperti bakteri dan protozoa mungkin juga bisa menjadi dalangnya.

3. Intoleransi Makanan dan Malabsorpsi

Sejumlah makanan bisa memicu gangguan pencernaan. Bahkan, bila tidak dicerna dan diserap dengan baik oleh tubuh, sejumlah makanan tersebut dapat menyebabkan buang air besar atau bahkan diare.

Sedangkan malabsorpsi, seperti malabsorpsi fruktosa, merupakan ketidakmampuan tubuh untuk mencerna dan menyerap fruktosa. Alhasil, sisa-sisa fruktosa tetap berada di usus. Hal ini menyebabkan sejumlah gejala gastrointestinal seperti mual, kram perut, dan diare.

4. Irritable Bowel Syndrome

Irritable Bowel Syndrome (IBS) adalah gangguan usus yang menyebabkan sakit perut dan gejala lainnya seperti sering buang air besar.

Orang yang menderita IBS-D (Irritable Bowel Syndrome dengan diare) bisa saja buang air besar sesaat setelah makan, meski tidak diare.

5. Penyakit Kandung Empedu

Pada penyakit empedu atau saluran empedu yang terganggu, diare bisa terjadi beberapa saat setelah makan. Hal ini lebih mungkin terjadi setelah makan makanan berlemak.

6. Sindrom Dumping

Sindrom Dumping adalah kumpulan gejala yang timbul setelah seseorang baru saja melakukan operasi untuk pengambilan bagian usus atau lambung.

Sindrom ini terjadi karena terlalu cepatnya isi perut dicerna, diangkut, atau dibuang ke dalam usus kecil dan rektum. Kebanyakan orang dengan sindrom ini akan mengalami buang air besar segera setelah makan.

7. Kenaikan Asam Lambung yang Berlebihan

Jumlah asam lambung yang berlebihan telah lama dikaitkan dengan perkembangan penyakit gastroesophageal reflux (GERD).

Sebuah penelitian kecil menemukan bahwa obat GERD yang diberikan kepada sekelompok pasien IBS-D menghasilkan penurunan gejala diare dan urgensi postprandial (sensasi ingin cepat BAB setelah makan) yang signifikan. (*/bsn)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: