Lima Ramalan Kitab Joyoboyo yang Terbukti Jadi Kenyataan

BNews—SEMARANG— Ramalan masa depan Nusantara banyak diketemukan dari peninggalan Sri Aji Joyoboyo. Dirinya disebut meramal Nusantara dari masa runtuhnya Kerajaan Kediri hingga sekarang.

Di antara ratusan itu, ada beberapa ramalan yang sering dikaitkan dengan peristiwa di Tanah Air. Ramalan tersebut antara lain Murcaning Noyogenggong Sabdopalon, Semut Ireng Anak-anak Sapi, Kebo Nyabrang Kali, Kejajah Saumur Jagung Karo Wong Cebol, Pitik Tarung Sak Kandang, Kodok Ijo Ongkang-ongkang, Tikus Pithi Anoto Baris dan Reinkarnasi Noyogenggong Sabdo Palon.

Advertisements
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});


Salah satu sejarawan sekaligus pemerhati budaya dari Universitas Sebelas Maret Surakarta Heri Priyatmoko mengatakan, munculnya kepercayaan akan ramalan Joyoboyo berasal dari kebiasaan masyarakat Jawa yang sering menghubungkan sesuatu peristiwa dengan ucapan para pujangga pendahulu alias otak-atik gathuk. “Kadang orang Jawa itu berangkat dari kebiasaan otak-atik gathuk, tetapi sesuai dengan realitas sosial saat itu,” katanya.

Dan berikut ini makna beberapa ramalan Joyoboyo yang populer:

Noyogenggong dan Sabdo Palon ini adalah semacam tokoh Semar dalam lakon Mahabharata versi Jawa. Dalam versi Mahabharata India sosok Semar tak dikenal.


dan Sabdo Palon ini adalah semacam tokoh Semar dalam lakon Mahabharata versi Jawa. Dalam versi Mahabharata India sosok Semar tak dikenal.

Noyogenggong, adalah simbol penasihat alias pendamping seorang raja yang dalam kisah pewayangan dikenal dengan Punokawan. “Noyogenggong itu semacam Semar dalam Mahabharata versi Jawa. Semar bersama Punokawan itu berperan menasihati, mengkritis atau menyentil juragannya ketika juragannya melakukan kesalahan,” ungkap Heri.

Dalam versi modern, Noyogenggong ini bisa diibaratkan dengan para menteri anggota kabinet pembantu Presiden

‘Semut Ireng Anak-anak Sapi’ sering dihubungkan dengan kedatangan bangsa Eropa, yakni Portugis dan Belanda menjajah Indonesia. Orang Eropa berkulit putih terkenal rajin dan ulet bekerja seperti semut hitam. Mereka juga selalu meminum susu sapi sejak bayi.

Pada tahun 1293 hingga sekitar tahun 1500-an terjadi persaingan teknologi maritim antara Majapahit dengan negara-negara di benua Eropa. Saat itu bangsa-bangsa Eropa melakukan modernisasi kapal-kapal laut mereka antara lain dengan bantuan Marcopolo dan Christophorus Columbus, dua penjelajah samudera asal Italia.

Majapahit juga tak mau kalah. Di bawah mahapatih Gadjah Mada, Majapahit memiliki angkatan laut tanggung yang dipimpin Empu Nala. Majapahit dan dan sejumlah negara di benua Eropa seperti berlomba membangun kekuatan maritim.

Namun perpecahan yang terjadi pasca lengsernya Raja Hayam Wuruk membuat bangsa-bangsa Eropa bisa dengan mudah masuk dan menguasai Nusantara. Majapahit tak mampu menghadapi bangsa kulit putih yang datang menjajah.

BACA JUGA ; RAMALAN JOYOBOYO SOAL PASAR ILANG KUMANDANGE

‘Kebo Nyabrang Kali’ dengan peristiswa mengungsinya pemerintahan kerajaan Belanda ke Inggris. Saat mengungsi mereka menyeberangi Selat Channel. Ini bermula ketika Eropa terjadi krisis ekonomi pada tahun 1292.

Tahun 1933 Adolf Hitler yang memimpin Nazi menggerakkan Jerman untuk membangun kekuatan militer besar-besaran. Lima tahun kemudian kekuatan Nazi memang menjadi yang terkuat di Eropa. Jerman pun berhasil menaklukkan Prancis, Belanda dan Belgia. Tak kuat berada dalam bayang-bayang pasukan Hitler, pemerintahan kerajaan Belanda pun mengungsi ke Inggris, menyeberangi Selat Channel.

Di versi lain, ‘Kebo Nyabrang Kali’ diartikan sebagai dibawanya kekayaan Nusantara oleh bangsa asing ke luar negeri.

“Si kate cebol seumur jagung panguwasane (si pendek kate hanya akan berkuasa seumur jagung)” versi lain menyebut ‘Kejajah Saumur Jagung Karo Wong Cebol’.

Ramalan ini diartikan bahwa bangsa Jepang hanya akan menjajah Indonesia seumur jagung, tak akan lama. Seperti diketahui, pasukan Jepang mendarat di Indonesia pada 8 Maret 1942. Tentara dari Negeri Sakura itu terusir dari Indonesia 3,5 tahun kemudian tepatnya pada Agustus 1945.

Namun ramalan Joyoboyo soal ini diragukan keasliannya. Joyoboyo hidup di tahun 1130 sampai 1157, sementara tanaman jagung baru dikenal pada sekitar tahun 1400-an.

Itulan beberapa ramalan Jayabaya yang terkenal hingga saat ini. Dan banyak masyarakat biasa khususnya di pulai jawa maupun para pejabat percaya akan hal ini. (Internet/bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: