Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Seluruh Puskesmas di Sleman Layani Rapid Test Covid-19 Untuk Umum

Seluruh Puskesmas di Sleman Layani Rapid Test Covid-19 Untuk Umum

  • calendar_month Jum, 26 Jun 2020

BNews–SLEMAN– Warga Kabupaten Sleman yang merasa was-was terkena dampak virus covid-19 mungkin bisa memanfaatkan kesempatan ini. Dimana mereka bisa memeriksakan diri dengan Rapid Test Mandiri di seluruh Puskesmas di Kabupaten Sleman.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hastaryo menuturkan layanan rapid diagnostic test (RDT) mandiri sudah bisa diakses di seluruh puskesmas di Sleman. “RDT mandiri ini berbeda dengan RDT program yang digunakan untuk tracing. Dan bisa dipergunakan secara umum,” katanya.

“RDT program masih sekitar 5.000 kit. Kalau untuk RDT mandiri kami tidak menggunakan RDT kit program tapi pengadaan sendiri,” imbuhnya.

Ia menerangkan tarif RDT ini diatur lewat Perbup No. 26.2/2020 tentang Perubahan atas Perbup No. 29.1/2019 tentang Tarif Pelayanan Kesehatan pada Puskesmas. “Tarif sudah ada Perbup-nya, sekitar Rp230 ribu. Rp210 ribu untuk RDT, lalu periksa dokter Rp20 ribu untuk surat keterangan,” terangnya.

Di Puskesmas Mlati II, Mlati, Sleman, layanan RDT mandiri ini belum banyak digunakan. Kepala Puskesmas Mlati II, Veronika Evita Setianingrum mengatakan baru digunakan 1-2 orang yang mengakses layanan ini sejak dibuka pada Senin (22/6).

Ia menjelaskan prosedur kedatangan pasien akan dipandu petugas Triase untuk mengarahkan pasien ke Poli Batuk yang berfungsi menjadi Poli Screening Covid-19. Setelah pasien mendaftar, pasien akan diperiksa dokter dan dibuatkan pengantar laboratorium.

“Setelah petugas laborat mengambil sampling darah pasien, maka pasien menunggu hasil RDT dan membayar ke kasir. Hasil bisa diambil pada hari yang sama di loket laboratorium,” paparnya.

Jika pasien yang dites menunjukkan hasil reaktif, maka Puskesmas akan menyarankan untuk tes ulang 7-10 hari setelahnya tergantung keperluannya. “Jika untuk perjalanan disarankan cek ulang di tempat atau kota tujuan,”ujarnya.

Hasil rapid test memang belum dapat menunjukkan seseorang positif terpapar virus. Maka, untuk mengonfirmasinya harus dikuatkan dengan tes PCR.

“Puskesmas akan membuatkan rujukan ke RS untuk tes PCR,” pungkasnya. (*/Lubis)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less