Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Sering Alami Mimpi Buruk? Ini Penyebab dan Cara Menghindarinya

Sering Alami Mimpi Buruk? Ini Penyebab dan Cara Menghindarinya

  • calendar_month Sel, 27 Jul 2021

BNews—TIPS— Mimpi buruk seringkali membuat seseorang yang mengalaminya merasa cemas atau takut. Mimpi buruk bisa dialami oleh semua golongan usia, termasuk anak-anak dan orang dewasa. Namun, kondisi ini paling sering dialami oleh anak-anak.

Saat tidur, seseorang akan mengalami 2 fase, yaitu fase non-REM (non-rapid eye movement) dan fase REM (rapid eye movement). Siklus tidur diawali dengan fase non-REM dan diikuti dengan fase REM, yang masing-masing fasenya berlangsung selama 90–100 menit. Mimpi buruk biasanya terjadi di fase REM, yaitu antara tengah malam sampai menjelang pagi hari.

Mimpi buruk yang sering juga disebut sebagai nightmares atau parasomnia. Yakni kondisi yang umum dan dialami oleh hampir setiap orang. Tetapi pada beberapa kasus, mimpi buruk dapat menimbulkan gangguan, terutama jika terlalu sering terjadi atau sampai menyebabkan gangguan tidur dan stres.

Penyebab Mimpi Buruk

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti apa penyebab mimpi buruk. Namun, ada dugaan mimpi buruk terkait dengan faktor genetik, psikologis, kelainan fisik, gangguan dalam proses tumbuh kembang, dan gangguan pada sistem saraf pusat.

Meskipun penyebabnya belum bisa dipastikan, ada beberapa kondisi yang diketahui dapat memicu munculnya mimpi buruk, yaitu:

  1. Stres dan cemas, misalnya akibat kegiatan di sekolah atau pekerjaan, sedih akibat kematian orang terdekat, atau takut jika ditinggal oleh seseorang
  2. Trauma, misalnya akibat cedera, kecelakaan, perundungan, dan pelecehan fisik atau seksual
  3. Gangguan tidur, misalnya narkolepsi, susah tidur (insomnia), sleep apnea, dan sindrom kaki gelisah (restless leg syndrome)
  4. Efek samping obat, seperti antidepresan, penghambat beta, obat hipertensi, obat Parkinson, atau obat tidur
  5. Kebiasaan ngemil, membaca buku, atau menonton film horor sebelum tidur
  6. Penyakit lain, seperti depresi, gangguan stres pascatrauma (PTSD), kanker, dan penyakit jantung
  7. Konsumsi minuman beralkohol dan penyalahgunaan NAPZA

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu pengobatan sekaligus menurunkan risiko terjadinya mimpi buruk, yaitu:

  1. Berolahraga minimal 3 kali dalam seminggu
  2. Mengatur jam tidur dan bangun tidur yang sama setiap harinya
  3. Mengatur suasana yang nyaman di kamar tidur
  4. Menghindari konsumsi obat penenang
  5. Membatasi konsumsi minuman beralkohol dan berkafein
  6. Mendengarkan musik yang bisa membuat diri lebih santai
  7. Menghindari penggunaan smartphone atau alat elektronik lain sebelum tidur
  8. Membaca buku atau menulis rencana untuk esok hari agar pikiran teralihkan dari bayangan mimpi buruk
  9. Mendiskusikan mimpi buruk yang dialami dengan keluarga atau teman untuk mengurangi kecemasan

Pengobatan Mimpi Buruk

Bila mimpi buruk sering terjadi, serta menyebabkan Anda atau anak Anda tertekan dan memengaruhi aktivitas sehari-hari, pengobatan perlu dilakukan.

Pengobatan mimpi buruk dilakukan dengan cara mengatasi penyebabnya. Jika mimpi buruk disebabkan oleh efek samping obat-obatan, dokter akan meresepkan jenis obat lain sebagai pengganti.

Jika mimpi buruk disebabkan oleh gangguan mental atau gangguan tidur, metode pengobatannya antara lain:

  1. Obat-obatan, seperti prazosin dan selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI)
  2. Psikoterapi, seperti terapi perilaku kognitif, image rehearsal therapy, dan visual-kinesthetic dissociation
  3. Teknik relaksasi, seperti meditasi, yoga, dan deep breathing (terapi napas dalam)

Itulah car acara menurunkan risiko terjadinya mimpi buruk. (mta)

sumber: alodokter.com

About The Author

  • Penulis: BNews 7

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less